Kamis, 07 Desember 2017

Ustadzah Nani Termasuk Mentor 1000 Kader Publik Speaking PKS, Lho..

Salah satu kegiatan Ustadzah Nani jadi mentor publik Speaking di PKS. Foto: Dutaislam.com
DutaIslam.Com - Ustadzah Nani Handayani yang beberapa hari lalu jadi sorotan publik karena blepotan nulis Arab waktu mengisi Syiar Islam di Metro TV boleh dibilang bukan orang sembarangan di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Beliau bukan hanya ustadzah yang banyak pengisi Syiar Islam. Beliau sudah menjadi mentor bagi ribuan kader di PKS.

Dutasilam.com mencoba melacak salah satu kegiatan ustadzah yang merupakan kader PKS ini. Akhirnya ketemu di portal pks.id. Ternyata masya Allah, ustadzah Nani Handayani termasuk mentor publik speaking yang sudah membimbing ribuan kader untuk berdakwah.

PKS memang sedang getol-getolnya mencetak kader perempuan yang mampu berbicara dan memberikan pengaruha bagi masyarakat sejak tahun lalu. 


"Tujuannya untuk meningkatkan mobilitas sumber daya kader secara vertikal maupun horizontal ke berbagai sektor pengabdian, dan tertokohkannya sekurang-kurangnya 1000 kader yang berpengaruh di berbagai sektor pengabdian," begitu kata Ketua BPKK Wirianingsih Wiwi sebagaimana dirilis di portal resmi PKS.

Kegiatan yang diberi nama Diklat Penokohan sesi 2 itu dilaksanakan di Jakarta September 2016 lalu. Ustadzah Nani merupakan salah satu mentor dalam kegiatan tersebut. Beliau disebut sebagai Supar Ustadzah. Trainingnya ada banyak. Diantaranya, tehnik menjadi MC, menguasai audiens, berbicara penuh wibawa, menjadi pembicara seminar, menjadi peserta aktif, membuat rilis dan tehnik wawancara di media serta membuat laporan.

Kira-kira kualitas kadernya seperti apa ya? Semua pihak berharap tentu lebih baik dari Ustadzah. Biar masyarakat pendengar jadi pintar dan cerdas.

Sayangnya, menurut Zulkifli, mahasiswa ITS yang pernah ikut pembelajaran dakwah yang dijalankan pengembang dakwah PKS, HTI, Wahabi, dkk, tidak mementingkan kemampuan dari awal.

"Minggu kemarin iseng-iseng ikut "dauroh" nya sebelah. Ingin tahu rasanya "dakwah" ala sebelah. Materi pertama kali yang ditekankan adalah tidak perlu "alim" (dalam menyampaikan, red), yang penting "dakwahnya" jalan," ujarnya kepada Dutaislam.com, Selasa (05/12/2017). [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini