Jumat, 22 Desember 2017

Rahasia Dibalik Ayat Doa di Qur’an Tak Menggunakan Awalan “Ya”

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Sebuah rahasia mengapa huruf 'Ya' yang berarti wahai tidak digunakan dalam setiap doa yang ada dalam Al Qur'an.

Sebelum dibahas lebih lanjut, coba perhatikan ayat-ayat berikut:

1. Tuhanku, perkenankanlah aku melihat-Mu (ربنا أفرغ علينا صبرا)

2. Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas kami (ربِ لا تذرني فردا)

3. Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (ربِ إن ابني من أهلي)

4. Tuhanku, sesungguhnya putraku adalah bagian dari keluargaku. ( رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين )

5. Tuhanku, ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Dzat Yang Maha Mengasihi ( رب ابن لي عندك بيتا في الجنة )

6. Tuhanku, bangunkanlah untuku di sisi-Mu sebuah rumah di surga. (ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا)

7. Tuhan kami, Janganlah Engkau gelincirkan hati kami setelah Engkau berikan hidayah pd kami. ( رب إني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين )

8. Tuhanku, sesungguhnya kemudharatan telah menimpaku dan Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yang Maha Mengasihi

ففي مواطن الدعاء لم يرد في القرآن العظيم نداء الله تعالى بحرف المنادى " يا " قبل (رب) البتة ، وإنما حذفت في كل القرآن

Dalam setiap ayat yang bermakna doa kepada Allah, tidak satu pun yang diawali dengan hurup 'Ya' sebagai bentuk seruan. Mengapa demikian?

Rahasia dibalik keindahan bahasa dalam doa-doa itu adalah sebagai berikut:

Huruf 'Ya' (wahai) adalah kata seru, yang hanya digunakan untuk memanggil seseorang yang jauh. Sedang Allah lebih dekat pada hamba-Nya dari urat nadinya sendiri. Karena itulah, sudah menjadi keharusan dalam ilmu balaghah untuk meniadakannya.

Allah berfirman: "Dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadinya sendiri."

Allah jg berfirman: "Dan bila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad saw.) tentang Aku. Maka sesungguhnya Aku sangat dekat."

Tahukah engkau sekarang betapa dekat Dzat (Allah) yang selama ini engkau berdoa kepadaNya?
Allah berfirman: "Maka sujudlah dan mendekatlah!"

Engkau tidak harus pergi untuk mendekatkan diri kepadaNya. Suaramu pun tidak dituntut merdu. Cukup bagimu untuk bersujud, maka engkau sudah berada di hadapan-Nya.

Kemudian mintalah kepada-Nya apa yang engkau kehendaki. “Kebahagianmu dan ketenangan hidupmu tercermin seiring kedekatanmu pada Al Quran."

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah. Sebai Dia adalah kunci dari segala permasalahan yang kita hadapi dan kepadanyalah kita akan kembali. Hidup ini hanya sebentar, tuan! [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini