Senin, 25 Desember 2017

Bilang Pasrah ke Allah, Gus Nur Masih Koar-Koar di Medsos, Lha Kok?

Gus Nur. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Pasrah kepada Allah adalah menyerahkan segalanya urusan hanya kepada Allah. Apapun yang terjadi pada kata diterima dengan lapang dada dan diyakini sebagai keputusan yang terbaik dari Allah.

Kepasrahan adalah bentuk penyerahan urusan secara total kepada Allah. Dalam Islam dikenal dengan tawakal. Orang yang sudah pasrah tidak melakukan apa-apa karena segala usaha telah dilalukan sebelumnya. Terlebih tidak akan melakukan tindakan yang masih-samar, antara perbuatan baik atau buruk, karena takut kepada Allah.

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, Sugi Nur atau Gus Nur kerap kali melontarkan pasrah kepada Allah. Khususnya atas kejadian yang menimpa dirinya yang sempat ditolak ketika akan mengisi ceramah.

Sebagaimana diketahui, Gus Nur ditolak mengisi ceramah agama di dua tempat di Surabaya. Gus Nur juga tidak diperbolehkan mengisi ceramah di luar negeri oleh pihak imigrasi. Hal ini diungkapan sendiri oleh Gus Nur dalam curhatannya di Medsos.

Dibalik curhatan dan ucapan pasrah kepada Allah yang sering diucapkan, Gus Nur tak henti-hentinya melakukan serangan provokatif kepada pihak-pihak yang dituduh menjadi penyebab dirinya ditolak. Termasuk Ansor dan Banser Surabaya. Dalam video yang diposting di akun Gus Nur Ngaji Bareng, Gus Nur bahkan menyudutkan Banser.

Ucapan pasrah kepada Allah juga dilontarkan Gus Nur ketika mendapat kabar ustad Somad ditolak masuk Hongkong. Namun sebelum mengucap kata pasrah, tak lupa Gus Nur mengatakan perbuatan itu tidak lepas dari ulah kaum munafiqun, komunias dan liberal, dan sekuler.


Setelah mencecar sana sini dan menimbulkan pro kontra dari netizen, baru Gus Nur bilang, kita serahkan semuanya kepada Allah. Apakah begitu bentuk pasrah dan tawakkal kepada Allah? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini