Senin, 20 November 2017

Nantang Kayak Ngajak Gelut, Lidah Habib Bahar Keseleo, Banser Disebut Ormas

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Kalau bicara tanpa nafas, alias nyerocos dan ceplas ceplos, bisa salah ucap. Seperti Habib Bahar bin Ali bin Smith, misalnya. Gara-gara ceramahnya yang mirip dengan orasi itu, dia salah sebut kedudukan Banser.

Harusnya Banser bagian dari Ansor yang merupakan salah satu Banom NU. Tapi oleh habib, Banser dinaikkan “pangkatnya” jadi Ormas. Jadinya, Ormas Banser. Kwkwk.

Kesalahan fatal karena terburu-burunya habib “berdawuh” tapi kasar kepada jamaahnya ini terlihat dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial. Tak ada muatan ilmu agama dalam video berdurasi 20:20 menit itu. Isinya mirip orasi bernada provokasi, dan penuh hujatan. Siapa lagi kalau bukan Banser yang diolok-olok.

Sambil nantang-nantang kayak ngajak gelut, habib tak sadar salah ucap.

“Ada satu Ormas, namanya Banser,” katanya, sebagai pembuka hujatannya kepada Banser. Laa haula wala Quwata Illah billah, kok bisa keseleo sih, bib?  

”Kamu tahu, Banser selalu ngomong, “kami penjaga NKRI, kami penjaga NKRI, Kami penjaga NKRI”. Hei Banser, kalau kamu penjaga NKRI datang ke Papua sana, lawan OPM. Bukan bubarin pengajian. Kirain datangnya ke Papua, lawan OPM, kok bubarin pengajian? Hah!” tuduh Habib, tanpa dasar, sambil teriak-teriak.

Habib melanjutkan hujatan-hujatannya kepada Banser. Dia bilang, pengajian di Garut tempo hari mau dibubarin Banser, bahkan diancam-ancam. Tapi dari pembicaraanya, “beliau” sebenarnya tidak paham betul masalah yang sebenarnya.

”Kalau memang benar mereka (Banser, Red) bubarin pengajian, tempat itu akan menjadi kuburan bagi mereka,” teriak Habib makin lantang disambut riau jamaah setianya.

Kok masih “kalau memang” bib? Bukannya dari awal sudah menuduh. Apa nggak yakin nih dengan tuduhannya?

Habib belum puas melempar hujatan kepada Banser. Beliau kemudian mengenang masa lalu. Beliau cerita, entah benar atau salah, katanya pernah mau ceramah di Semarang tahun lalu. Namun, ditolak juga oleh Banser.  Gara-garanya, menurut habib, dia radikal dan anarkis. Akhirnya beliau ditolak.

Tak berhenti di situ, saat itu, kata Habib, dia menang. Tapi akhirnya tidak bisa karena Banser minta bantuan polisi untuk menggagalkan ceramahnya.

Video: Lidah Habib Bahar Keseleo, Ubah Status Banser jadi Ormas

”Biasanya Banser memang begitu, kalau kalah pake tangan polisi,” tuduh Habib, lagi. Ya, Allah, segitunya ya habib ke Banser.

Salah satu orang yang mengedarkan video Habib Bahar ini yaitu Narko di akun Twitternya, @narkosun. Narko tanpaknya tak senang dengan tuduhan-tuduhan Habib mengenai Banser harus ke Papua melawan OPM. Kurang tetap dan salah sasaran. Menurut Narko, OPM di Papua adalah gerakan separatis dan bukan wilayah Banser.

"Lagi-lagi orang ini. Perlu diktehui bapak yang terhormat, OPM itu gerakan separatis bersenjata. Bukan ranah Banser untuk melawan mereka. Itu ranah TNI-Polri. Sedangkan pengajian HTI itu sebenarnya orasi politik. Mereka mau mengganti ideologi Pancasila. Banser akan melawan setiap gerakan perongrong seperti ini," tulis Narko.



Semoga habib selalu sehat dan bisa terus mengisi ceramah. Tapi yang bisa menyejukkan umat. Bukan provokasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Amin. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini