Kamis, 23 November 2017

Kisah Guru Sekumpul Mau Diracun Orang

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Dulu pada tahun 1997, banyak yang tidak suka dengan Abah Guru Sekumpul. Ada yang menghina beliau dan sebagainya. Bahkan sampai-sampai beliau di fitnah sebagai tukang sihir karena mereka-mereka tidak mempercayai akan karomah Abah Guru.

Sempat juga dikabarkan di radio bahwa Abah Guru meninggal dunia. Dimana pada saat itu sebenarnya beliau sedang cuci darah di RS. Lalu tersiar kabar bahwa beliau telah meninggal. Karena ada yang tidak suka kepada beliau, sampai-sampai ada yang mendo'akan beliau agar lekas meninggal.
Beliau pernah juga dihina. Hinaan tersebut dimuat disalah satu media koran: bahwa Abah Guru dituduh sesat. Abah Guru hanya diam saja, dan tidak membalas fitnah dan hinaan tersebut.

Malam rabu pada tahun 1997, Abah Guru pernah bermimpi. Di dalam mimpi beliau ada seorang perempuan yang mengirimkan racun hendak membunuh Abah Guru. Namun Abah Guru tidak sampai meminum racun tersebut. Dalam mimpinya beliau hanya melihat saja kepada racun tersebut.

Setelah mimpi tersebut, lalu Abah Guru Sekumpul bertanya kepada Julak (Paman), KH. Semman Mulia.

"Malam tadi ulun temimpi, ada binian yang hendak meracuni ulun" (malam tadi saya mendapatkan mimpi, bahwa ada seorang perempuan yang hendak meracuni saya)

Bujurkah julak (benarkah ini paman)?”

Berkata KH. Semman Mulia :

"Bujur itu" (itu betul), Kaina pengajian hari Sabtu, ada binian yang membari banyu lawan ikam (nanti pada pengajian hari Sabtu, akan ada seorang perempuan yang memberi air kepadamu).

Sampai pada hari pengajian Sabtu (pengajian jama'ah perempuan) pagi, ada seorang perempuan hendak memberi Abah Guru air zam-zam setelah ngaji. Air zam-zam di botol itu yang bertuliskan "Ini untuk Abah Guru".

Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, seorang Auliya/Waliyulla (kekasih-Nya) dihindarkan dari niat jahat orang-orang yang tidak suka. Setelah Abah Guru melihat air dalam botol, Abah Guru kemudian menyuruh adik perempuan beliau (Hj. Siti Rahmah/ Ibunda H. Ahmad) untuk membuangnya.

Seketika itu juga air di dalam botol mengeluarkan asap kimia. Tetapi tidak banyak dan karena racun
di dalamnya diketahui sangat mematikan untuk manusia.

Dua tahun setelah itu, tahun 1999 barulah Abah Guru Sekumpul bercerita mengenai air racun tersebut kepada para jama'ah majelis ta'lim pengajian wanita yang beliau pimpin.

Masya Allah! Abah Guru Sekumpul memang seorang yang alim, Waliyullah. Namun banyak juga yang menghina. Semunya hanya beliau hadapi dengan bersyukur. Rasulullah saw sahaja, banyak yang menghina dan memusuhi beliau. Apalah lagi kita yang banyak dosa kepada Allah.

Kisah ini memberi pelajaran kepada kita. Orang alim banyak yang memusuhi dan menghinanya. Apalagi orang biasa. Apabila ada yang menghina kita, memusuhi, membenci, walaupun kita tidak pernah merasa salah, baiknya kita diam. Ikuti akhlak Rasulullah. Ikuti akhlak Abah Guru Sekumpul.

Keterangan:
Kisah ini diceritakan Hj Siti Rahmah Binti H. Abdul Ghani ( adik kandung perempuan Abah Guru Sekumpul). Kisah ini sudah tayang di beberapa blog sebagai renungan dan inspirasi bagi orang lain.



Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini