Kamis, 02 November 2017

Kang Sodron Malu Jadi Warga NU


Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – NU memang unik. Ia seringkali melampaui pikiran-pikiran umum. Ia pun kerap kali disalahartikan orang-orang. Termasuk warga NU sendiri.

Kang Sodron salah satunya. Kang Sordon yang pikirannya tidak mampu memahami NU akhirnya merasa malu jadi warga NU. 

Kang Sodron : "Aku malu jadi warga NU sekarang "

Kyai Ndeso : "Kenapa memangnya?"

Kang Sodron : "NU sekarang tidak kayak NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam"

Kyai Ndeso : "Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?"

Kang Sodron : "Nggak juga sih"..

Kyai Ndeso : "Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar". "Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?"

Kang Sodron : "Kalau itu ya tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah"..

Kyai Ndeso : "Kamu tahu nggak, NU nya Mbah Kyai Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang"..

Kang Sodron : "Masa Sih?"..

Kyai Ndeso : "Iya, Dan kamu tahu nggak kalau Mbah Kyai Wahab Hasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis loh karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya (berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar)"..

Kang Sodron : "Masa sih?".

Kyai Ndeso : "Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI"..

Kang Sodron : "Gitu ya?"..

Kyai Ndeso : "Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja, Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan".

Kang Sodron : "Oo gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU"..

Kyai Ndeso : "Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU. Belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU. Sekarang kita nggak tahu yang sebenarnya. Kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu benarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU".

Mendengar penjelasan dari Kiai Ndeso Kang Sodron tak malu lagi jadi warga NU. Dia pun belajar lebih peka melihat masalah dan tak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya. [dutaislam.com/ed/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini