Selasa, 14 November 2017

Gus Dur Marah Saat Mengetahui Fakta Resolusi Jihad Sengaja Disembunyikan

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Sebagaimana penjelasan Kiai Agus Sunyoto sebelumnya, ada usaha-usaha dari kalangan atas (orang berpendidikan tinggi hasil didikan Belanda) untuk menyembunyikan fakta sejarah bahwa fatwa dan resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari pernah ada. (Baca ulasan sebelumnya: Kenapa Sejarah Fatwa dan Resolusi Jihad Belum Lama Terungkap? Karena Sekolah Didikan Belanda!)

Awalnya tahun 1990, lanjut Kiai Agus,  waktu itu peringatan 45 tahun pertempuran 10 November. Dan dalam peringatan itu, yang menjadi pahlawan besar dalam pertempuran 10 November adalah golongan atas ini. "Orang terpelajar yang berpendidikan tinggi. Nama-nama mereka muncul. Saat itu tersebar di televisi, koran, majalah… memuat itu," beber Kiai Agus di gedung LBM Pondok Pesantren Lirboyo (03/11/2017).

Diceritakannya, Nyai Sholihah ibunya Gus Dur, waktu itu memanggil Gus Dur. Beliau Bertanya, “itu ceritanya 10 November… yang berjasa itu harusnya Kiai Hasyim Asy'ari dan para kiai. Kok bisa yang jadi pahlawan itu orang-orang sosialis?"

Dari situlah, kata Kiai Agus, Gus Dur diminta untuk klarifikasi. Lalu Gus Dur klarifikasi, menemui tokoh-tokoh tua (senior) di kalangan kelompok sosialis mengenai hari pahlawan 10 November. Ternyata jawabanya sederhana. Sambil ketawa-ketawa, mereka menjawab, "yang namanya sejarah dari dulu kan selalu berulang Gus.. bahwa sejarah sudah mencatat orang bodoh itu makanannya orang pintar. Yang berjasa orang bodoh yang jadi pahlawan orang pinter. Itu biasa.."

"Mendengar jawaban yang demikian, Gus Dur marah betul. Berarti mereka sampai tahun 90 masih nganggap NU bodoh," jelas Kiai Agus.

Untuk itulah, lanjutnya, tahun 91 Gus Dur melakukan kaderisasi besar-besaran anak muda NU. Anak-anak dilatih untuk mengenal analisis sosial (ansos) pertama kali. Teori-teori sosial diajarkan sama Gus Dur ke anak-anak. Filsafat, sejarah, geopolitik, geostrategi, apapun, diajarkan ke anak-anak supaya tidak lagi dianggap bodoh. Dan kemudian berkembang.

"Saya termasuk yang ikut pertama kali kaderisasi itu. karena itu agak faham," kata Kiai Agus. [dutaislam.com/gg]

InsyaAllah bersambung lagi...

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

1 komentar:

Pantesan orang-orang di nusantara ini lama dijajah bangsa lain, mental elitnya juga ga bagus-bagus amat. Teganya menghilangkan jasa para pahlawan. Hadeuuh. Jangan-jangan kondisi Indonesia sampai sekarang masih jadi pengekor bangsa lain, krn masih tertanam mental inlander dlm dirinya.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini