Senin, 13 November 2017

Cara Bungkam Haters yang Ngeyel, Fitnah Banser Nano Nano


Banser NU anti dengan kebencian. Foto: Dutaislam edit.
DutaIslam.Com – Tukang fitnah memang susah dikasih arahan. Kalau sudah maunya, asal nyeplos tanpa nalar. Entah benar atau salah, pokoknya dia yang selalu merasa benar. Yang lain salah. Otaknya diliputi kebencian. Muncullah cacian dan fitnah-fitnah murahan dari mulutnya.

Soal Banser contohnya. Fitnah nano-nano alias werno werno dilancarkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab. Lha bagaimana mau menjawab wong dia aslinya hanya bisa bicara tapi budeg.

Pertanyaan yang banyak muncul itu misalnya, Banser tukang bubarin pengajian, kenapa nggak ke papua saja ngusir OPM? Menjawab pertanyan itu sebenarnya mudah. Tapi karena tukang fitnah itu memang ditakdir ngeyelan akhirnya, ya tetep ngeyel, dibolak-balik, ditarik-tarik, bahkan diseret-seret bakal tetep ngeyel [sudah takdirnya kok].

Nah, menghadapi orang semacam ini ada caranya. Mudah-mudah sulit. Hanya main logika dan yang paling penting penegasan hanya mendesak dan penegasan saja. 

Misalnya seperti dilakukan akun @manusiabedebah ketika menghadapi akun @stridekuMCA (akun cecunguk kaum sumbu pendek) di postingan @lyapedia soal foto banser ke papua. Postingan itu dikomentari akun cecunguk kaum sumbu pendek.

”Ini foto lama waktu di Tolikara. Yang kami ingin sekarang, abang-abang banser kita naik ke gunung bebasin sandera. Jangan koar-koar di pinggir jalan! paham om!?” tulis akun @stridekuMCA, ngece.

Akun @manusiabedebah mebantahnya.

”Kalian nanya kapan Banser ke Papua. Sudah dijawab, dikasih foto, trus nanya lagi, kok ga bebasin sandera, entar kalau bebasin beneran kesana entar kalian nanya lagi, 'Banser kapan ke Rohingya?. Gini saja, tulis daftar keinginanmu buat Banser. Kalau sudah dikirim kesin, gimana?” tulisnya.

Akun @stridekuMCA mulai ngeyel. “Yaa...abang nih ngeles lagi,” katanya.

Akun @manusiabedebah membantah. “Itu bukan ngeles tapi kasih tau lo, ada TNI dan Polri yang sudah menangani para separatis. Terus lu suruh Banser ambil alih tugas itu? lu ini gak tau aturan tentang bela negara atau emang bodoh dari awalnya?” kecam manusia @manusia bedebah.

Akun @stridekuMCA masih ngeyel bahkan bikin fitnah. ”Ohh...jadi Kalo bubarin pengajian itu tugas banser ya?” katanya

Akun @manusia bedebah mendebat. ”Aku udah goblog-goblokin  orang macam lo puluhan karena pertanyaan gak bisa dijawab, setelah ada pertanyaan kek lo gini. Coba sebutkan pengajian mana yang dibubarin banser? bisa?” tegas akun @manusiabedebah.

Akun @stridekuMCA terus ngeyel, ngece lagi. ”Ehh, pura-pura gak tau? Mungkin orang ini belum minum Aqua!,” tulisnya.

Akun @manusiabedebah lihat, dia bertanya, menegaskan. Akun @stridekuMCA juga diejek. ”nah, kan. lo jadi orang GOBLOG yang kesekian yang gak bisa jawab. kasih gue bukti tempat dan pengajian mana yang dibubarin Banser? Ini susah pertanyaannya buat dijawab ya?” katanya.

Akun tukang fitnah @stridekuMCA akhirnya kelekep, bungkam seribu bahasa. Dia pun ngambek dan memblokir akun @manusiabedebah.

”Orang kayak gitu gak bakalan bisa memberikan bukti. Modal omongan doang. Kalau nanti nyebut tempat atau pengajiannya tambah mingkem kalau tak kasih bukti,” tulis akun @manusiabedebah kemudian.

”Kelakuane kecoak kalau gak bisa jawab ya begini,” tulis akun @manusiabedebah menunjukkan screenshot kalau dia telah diblokir dari akun @stridekuMCA.

Ini bukti percakapannya:



Intinya begini: cara mematahkan fitnah ala akun @manusiabedebah di atas hanya dengan mendesak dan menegaskan agar tukang fitnah bertanggungjawab atas perkataannya. Merka pasti langsung mingkem. Karena kaum sumbu pendek itu biasanya hanya bisa a) modal mulut alias mbacot b) ngeyel c) hanya menggiring opini dan tidak punya bukti. d) memfitnah.

Udah. Gitu aja. Capek tau. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini