Minggu, 01 Oktober 2017

Ketika Hadits Tawasul Tak Mampu Lagi Didlaifkan

Foto: NU Online 
DutaIslam.Com
- Sebenarnya ada sekian banyak hadis Tawassul namun hampir kesemuanya didlaifkan oleh Salafi. Diantaranya:

1. Rasulullah yang berdoa saat memakamkan istri Abu Thalib.

 اﻏﻔﺮ ﻷﻣﻲ ﻓﺎﻃﻤﺔ ﺑﻨﺖ ﺃﺳﺪ، ﻭﻟﻘﻨﻬﺎ ﺣﺠﺘﻬﺎ، ﻭﻭﺳﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻣﺪﺧﻠﻬﺎ ﺑﺤﻖ ﻧﺒﻴﻚ ﻭاﻷﻧﺒﻴﺎء اﻟﺬﻳﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻲ ; ﻓﺈﻧﻚ ﺃﺭﺣﻢ اﻟﺮاﺣﻤﻴﻦ

"Ya Allah ampunilah Fathimah binti Asad, tuntun hujjahnya dan lapangkan kuburnya, dengan hak Nabi-Mu dan hak para Nabi sebelumku."

HR Thabrani, perawi Rauh bin Shalah dinilai terpercaya oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Namun didlaifkan oleh Salafi.

2. Tawassulnya Nabi Adam dengan Rasulullah. Diriwayatkan oleh al-Hakim, namun ulama Salafi menyatakan hadis palsu dengan taklid kepada al-Hafidz adz-Dzahabi. Namun dibantah oleh Mufti al-Azhar Syekh Ali Jumat bahwa perawi hadis tersebut, yaitu Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, tidak ada yang menuduh pendusta. Sehingga hadis tersebut berstatus dlaif, bukan maudlu'.

3. Tawassulnya Sahabat Ibnu Umar saat sakit keseleo kakinya dengan memanggil "Ya Muhammad" lalu sembuh seketika. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab al-Mufrad, namun didlaifkan oleh Salafi.

4. Tawassulnya Sahabat Bilal bin Harits al-Muzani di depan makam Nabi dengan kalimat "Wahai Rasulullah, mintakan hujan. Sebab umatmu akan binasa". Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dinilai sahih oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir namun didlaifkan oleh ulama Salafi.
Akan tetapi ada satu hadis yang tak mampu didlaifkan, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِيَ اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

"Ya Allah aku meminta kepada Mu dan menghadap kepada Mu dengan Nabi Mu, Muhammad, Nabi membawa rahmat. Aku menghadap kepada Tuhanku denganmu (Muhammad) untuk hajatku ini agar dikabulkan untukku. Ya Allah berilah syafaat kepada Muhammad untukku" (HR Tirmidzi)

* Catatan sebelum membaca doa ini, dalam hadis tersebut disampaikan "wudlu' dan salat 2 rakaat terlebih dahulu"

Di hadis ini sangat jelas Rasulullah mengajarkan Tawassul. Dan andaikata Tawassul dilarang setelah Nabi wafat, mestinya Nabi melarang membacanya. Nyatanya tidak ada hadis yang melarang membaca doa Tawassul tersebut.

Bahkan perawi utama hadis tersebut (Utsman bin Hunaif) mengajarkan doa ini kepada orang lain yang menemukan kesulitan untuk menyampaikan masalah yang ia alami kepada Sayidina Utsman. Setelah ia membaca doa Tawassul tadi maka ia dapat berjumpa dengan Khalifah Utsman (Diriwayatkan oleh Thabrani. Menurut ahli hadis al-Haitsami semua jalurnya sahih). [dutaislam.com/gg]

Ma'ruf Khozin, pengasuh rubrik Kajian Aswaja Majalah AULA.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini