Sabtu, 30 September 2017

[Lumpuhkan!] Makin Menjadi-Jadi, Akun Palsu "Generasi Muda NU Jatim" Terus Provokatif dan Sebar Kebencian

Aku anti NU bertopeng NU untuk menghacurkan NU dari dalam. 
DutaIslam.Com- Akun Palsu “Generasi Muda NU Jawa Timur” makin menjadi-jadi sebar provokasi dan ujaran kebencian. Dengan bertopeng NU pemiliknya kaum ”kirik” hendak menghasut warga Nahdliyin agar benci kepada NU, kiai dan tokoh-tokoh NU.

Lalu apa yang bisa dilakukan warga NU terhadap akun tersebut?

“Mohon teman-teman semua (termasuk warga NU di manapun, Red) membuka akun Generasi Muda NU Jawa Timur. Lalu laporkan sebagai akun ujaran kebencian,” ujar Aktifis NU Al Faqir dalam grup diskusi dutaislam#01, Sabtu (30/09/2017)

Dengan membuka bersama-sama lalu melaporkan akun tersebut, kata Al Faqir, akun tersebut bisa ditutup. Dengan demikian mereka tak bisa lagi mengoparasikannya.

Ini alamat akun tersebut: Generasi Muda NU Jawa Timur (link: https://www.facebook.com/Aswajabersatu/). Buka dan laporkan bersama-sama.

Aktifis NU lain Muhammad Nur Rohim menegaskan, bahwa akun tersebut bukan milik NU atau warga NU. Melainkan milik kelompok yang selama ini benci terhadap NU dan ingin NU hancur.

”Sudah banyak buktinya bahwa akun tersebut bukan milik warga NU,” katanya.

Betul, akun tersebut bukan milik warga NU. Penelusuran Dutaislam.com, postingan akun tersebut kerap provokatif dan terlihat menyerang NU dan tokoh-tokoh NU. Bahkan kini semakin menjadi-jadi.

Setelah Ketum PBNU Said Aqil Siraj diserang, kini tokoh-tokoh NU yang lain juga diserang. Contohnya, postingan Kamis (28/09/2017) lalu. Akun tersebut menyebut Mantan Ketua Ansor Nusron Wahid “si monyong tukang bohong”.

Pada kesempatan yang sama akun tersebut membandingkan artis UUS dengan Said Aqil Siraj yang mengatakan lebih baik nonton film p0rn0 dari pada nonton film provokatif. Kurangajar!.

”Dia tidak paham kontek pembicaraan. Memaknai secara leterlek satu pembicaraan. Di satu sisi, mereka memang benci dan anti NU dengan bertopeng NU untuk menghancurkan NU dari dalam. Apapun yang baik dari NU pasti akan selalu dinilai buruk dan dipelintir jadi fitnah,” ujar Arif, aktifis muda NU asal Sumenep.


Ini bukti postingan-postingan tersebut:

Ini juga:

Dia mengatakan, warga Nahdlyin harus waspada dengan akun-akun serupa agara tidak terjebak pada pemahaman yang salah. ”Memilih bacaan harus selektif dan tidak sembarangan karena sekarang ramai finah dan provokasi di media sosial,” ujarnya [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini