Rabu, 27 September 2017

Kapitalisme Barat Dibalik Neo-PKI

Foto: Istimewa
Oleh Ayik Heriansyah

DutaIslam.Com - Kapitalisme Barat mau memecah Indonesia dengan cara membuat chaos yang didahului konflik politik dan polemik pemikiran. Inilah cara praktis untuk menyingkirkan Kapitalisme Timur dari Nusantara. Karena itu pro kontra tentang PKI di luar konteks kebangkitan ideologi komunisme.

Polemik itu bagian dari agenda kapitalisme Barat indikasinya dari pola pemberitaan dan pembentukan opini oleh media massa mainstream (cetak, elektronik dan online) tentang isu itu. Sudah mafhum media mainstream merupakan perpanjangan lidah kapitalisme Barat.

Dalam AD/ART PKI, syarat angkota PKI minimal berusia 18 tahun. Anggota PKI termuda pada tahun 1965 kalau masih hidup sekarang usianya 70 tahun. Sudah sepuh. Sudah gak mungkin berjuang membangkitkan kembali partainya.

Yang mau membangkitkan PKI kembali kemungkinan anak cucu anggota PKI. Apakah mereka seideologis bapak/ibunya? Bukankah mereka tumbuh berkembang di masa Orde Baru? Bukankan doktrin  pendidikan di masa Orde Baru sangat anti ideologi komunisme? Sekuat apa ideologi komunisme yang ditanamkan oleh orang tua mereka di dalam rumah?

Saya memandang aksi neo-PKI bermotif kapitalisme bukan komunisme. Gerakan mereka tidak lebih dari sebagai bisnis isu untuk mendapatkan dana dari kapitalisme Barat. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini