Jumat, 11 Agustus 2017

LPBI NU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara


DutaIslam.Com - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat desa dan kabupaten di Jepara, dengan membentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa dan kabupaten.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Agus Hariyanto selaku Kepala Bidang I BPBD Provinsi Jawa Tengah.

"Prinsip Sistem Peringatan dini adalah menyebarkan Informasi dengan cepat dan tepat menggunakan alat atau media, kemudian diinformasikan kepada masyarakat yang berada di daerah berisiko," kata Agus dalam sambutannya (8/8/2017).

Hal tersebut, lanjut Agus, diharapkan dapat diterima masyarakat dengan jelas sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri sehingga mengurangi risiko terjadinya korban jiwa.

Ia juga menyampaikan bahwa langkah-langkah LPBI NU Jepara sangat tepat dengan melakukan kerjasama dengan BPBD dan DFAT untuk meminimalisir risiko bencana.

Deputi Program Manager SLOGAN-STEADY LPBI NU, Rurid Rudianto menjelaskan, dalam memasang alat peringatan dini harus menggunakan sistem yang familiar di masyarakat atau dikenali oleh masyarakat.

"Ada 4 hal pokok dalam membuat sistem peringatan dini, yaitu sumber informasi yang valid, pengambilan keputusan, cara penyebaran informasi, dan kemampuan response," kata Rurid.

Menurutnya, seluruh instansi terkait sampai masyarakat harus mengetahui dan siap ketika ada peringatan dini, sehingga jika terjadi suatu kedaruratan mampu melakukan tindakan secara mandiri seperti evakuasi mandiri, penyelamatan diri sehingga meminimalisir terjadikan korban. [dutaislam.com/gg].

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini