Dutaislam.com mengapresiasi batalnya Permendikbud 23/2017 dan Mengutuk Keras Situs Adudomba Milik Kader Muhammadiyah Sangpencerah.id!

  • Ketika Para Wanita Sholihah Kehilangan Mukanya

    Admin: Dutaislam
    Dimuat: Kamis, 17 Agustus 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Seseorang dalam grup Whatsapp dengan melampirkan foto di atas berkata, "Ada yang kenal?"

    Karena anggota grup tidak ada yang kenal, salah satu di antaranya meng-upload di Facebook sambil berkata, "Ini kiriman dari teman grup saya. Saya pun bertanya, adakah di antara Anda yang kenal?"

    Ya jelas tidak kenal, lha wong mukanya ditutupi! Alih-alih narsis dengan foto bersama, yang terlihat cuma kumpulan orang tanpa muka. Tapi kok masih narsis yah?

    Alih-alih menjadi menjadi wanita sholihah dengan menutup auratnya, tapi tidak bisa menyembunyikan hasrat pamernya.

    Kalau dipikir-pikir nih ya.. Pakai cadar kayaknya lebih aman ya? Lebih aman menyembunyikan identitas diri jika ketahuan melakukan "dosa", lebih aman ketika menjadi buronan polisi karena masyarakat tidak bisa lihat. Lebih aman apalagi ya? Wallahu A'lam. [dutaislam.com/gg]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Imho, jika sudah memutuskan menggunakan cadar wanita harus belajar juga utk berhenti memamerkan dirinya didepan publik, krn nanti tidak sesuai antara maqom zahir dgn maqom batin, bakal janggal kelihatannya. Namun, hawa dunia sekarang memang semakin mengarah ke kiri. Kemaksiatan telah meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Kemaksiatan dgn perempuan sbg agennya telah tersedia dengan semudah-mudahnya, sesuatu yg tdk ada 20 atau 15 tahun yg lalu. Imho, agar tidak kiamat dunia ini perlu keseimbangan, maka penyeimbang perilaku perempuan yg telah sangat ke kiri harus diimbangi dgn perilaku perempuan yg sangat ke kanan. Harus diingat, jika keadaan dunia sangat kekiri maka bagian tengah pun akan condong ke kiri (bisa kita rasakan saat ini org makin permisif), oleh karena itu agar tengah tetap di tengah maka harus diimbangi oleh bagian kanan. NOTE: Sengaja tidak menggunakan istilah yg mengundang syahwat, krn belajar dari kesalahan ustadz yg mengisi acara dakwah di TV tentang kenikmatan di surga.