Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • Santri Alumni TBS Kudus yang Ikut HTI, Dia (Seperti Iblis) yang Mengingkari Baiat

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Kamis, 18 Mei 2017
    A- A+
    Foto bersama dalam Suluk Santri Menara 2017
    DutaIslam.Com - Akhir-akhir ini, tulisan seorang kader Hizbut Tahrir, Choirul Anam, dosen Undip Semarang yang berjudul "NU dan HT: Dua Saudara Kembar dalam Memperjuangkan Islam", kembali ramai di media sosial walau sudah ditulis sejak 2015 lalu.

    Dalam tulisan ngawur tersebut, Anam terang-terangan mengaku sebagai alumni Madrasah TBS Kudus dan menyebut terang simbah KH Ma'mun Ahmad Balaitengahan Kudus sebagai guru. Ia sengaja menyebut almamater nya itu hanya untuk melegitimasi bahwa santri, menurut asumsinya, harusnya juga mendukung HT yang juga disebut saudara kembar NU.

    Para alumni yang tergabung dalam Ikatan Siswa Abiturien TBS (IKSAB) pun merasa perlu untuk membuat klarifikasi bahwa Anam, meski dia pernah mengenyam pendidikan di TBS pada tahun 1997, ia sudah tidak diakui sebagai alumni. Untuk menegaskan hal itu, IKSAB melakukan pembinaan dan pengawalan alumni melalui program Suluk Santri Menara yang digelar maraton selama sepekan sejak 4-10 Mei 2017, di Wisma Muslimin Janggalan Kudus Kota.

    Dalam Suluk tersebut, alumni madrasah TBS 2017 diberi pembekalan tambahan soal keaswajaan, keindonesiaan, kebhinnekaan serta materi lain, termasuk mengundang Gus Rijal Mumazziq, Makmun Rasyid (penulis buku Gagal Paham Khilafah) dan lainnya (puluhan nama pemateri), untuk membentengi alumni dari virus radikalisme agama dan ilusi khilafah.

    Bahkan para alumni tahun 2017 dibaiat yang isinya, antara lain (https://chirpstory.com/li/356643):

    1. Menolak Hizbut Tahrir dan segala bentuk kampanye khilafah yang diusung.
    2. Kami sepakat, bahwa Pancasila harus tetap jaya, di negara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, kami menolak kelompok anti Pancasila.
    3. Kami tetap berpegang teguh dan menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, tanpa khilafah.
    4. Santri Menara haram ikut Hizbut Tahrir Indonesia. Karena itu, NKRI harga mati.

    Video baiat, silakan langsung kunjungi di Youtube:


    Mengenai artikel "NU dan HT: Dua Saudara Kembar dalam Memperjuangkan Islam", KH Choirozyad Tajus Syarof, ketua Pengurus Yayasan Madrasah TBS Kudus menilai bahwa apa yang ditulis tersebut semua ngawu-ngawu, alias fiktif. "TBS tidak ada hubungan dengan HT. NO juga tidak sanak saudara dengan HT," tegas Kiai Zyad, Rabu (17/05/2017).

    Putra KH Turaichan Adjhuri tersebut juga mengingatkan, alumni TBS yang sudah keluar dari koridor TBS dan mengingkari pada saat (baiat) muwada'ah (pamitan) dulu, diibaratkan seperti putra Nabi Nuh yang hengkang dan tidak mau gabung ketika terjadi banjir bandang.

    "Ingat firman Allah ketika dawuh pada Nabi Nuh ketika putranya bangkang tidak mau gabung dalam kapal Nabi Nuh ketika terjadi Thofan (banjir besar). إنه ليس من أهلك إنه عمل غير صالح. Coba artikan sendiri," tutur Kiai Zyad.

    Kiai Zyad lebih lanjut menegaskan bahwa santri TBS yang sudah keluar dari aturan baiat, sudah tidak alumni. "Dulu Iblis di surga setingkat Malaikat bahkan guru besarnya. Tapi begitu membelot perintah Allah, dia jadi terhina, semua gelar dicopot semua," tandasnya.

    Jadi, Choirul Anam bukan alumni TBS lagi. Jika ada yang mengaitkan Anam dengan TBS, berarti dia sejalan dengan iblis yang suka memprovokasi. Demikian kira-kira! [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Semoga gak ada alumni TBS Kudus yang ngawur lagi,