Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • (6) Saat Joget Bersama "Mulan Jameela", Wali Ini Justru Melihat Paha Berdzikir

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 01 Mei 2017
    A- A+
    Ilustrasi Wali Paidi yang ganteng
    DutaIslam.Com - Hari ini Wali Paidi berpenampilan lain dari biasanya. Tampil gaul ala parlente. ia memakai sepatu UNKL347, bercelana jeans pensil Airplane System dan pakai kaos merk Spilis Infection. Semua pakaian itu ia tidak beli, melainkan pemberian dari adik mas kiai mursyid yang kebetulan buka toko pakaian, Distro Kang Santri namanya.

    Dengan kaca mata BL hitam Invictus, Wali Paidi berangkat memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil impor. Mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah-setengah. Sekali terjun, langsung all out, menyelam lebih dalam. Serius tingkat dewa.

    Pagi sekitar pukul 09:00 WIB, Wali Paidi sudah sampai lokasi toko mas kiai mursyid. Tampak terop kecil mewah sudah menghiasi depan toko. Di bawahnya berjajar rapi kursi-kursi tamu terbungkus kain putih. Di depan terop itu ada geladak kecil yang juga tertutup kain putih. Pada bagian atas, ada karpet merah. Piano elektone ada di sebelah kiri dan musik Barat Slowrock berkumandang mulai awal acara.

    Uniknya, suasana super mewah ala Barat itu, masih saja ada tamu yang datang dan pede memakai kopyah dan sarung dengan merk mencolok: "NU". Padahal banyak tamu lainnya berpaikan ala exekutif muda.

    Mas kiai mursyid ternyata memang mengundang seluruh pelaku bisnis yang ia kenal, daerah dan luar daerah. Sengaja ia menyeting acara pembukaan tokonya onderdilnya itu seperti acara pembukaan toko onderdil lain yang penuh hiburan dan glamor walau banyak orang tahu ia ini adalah seorang mursyid.

    Wali Paidi tidak lansung duduk di tempat acara. Ia menuju dapur umum. Seperti biasa, mecari kopi lalu mojok mengeluarkan sebatang rokoknya, jedal jedul menunggu kedatangan mas kiai mursyid. Mastna wa tsulasa wa rruba’a, rokok habis disedot Wali Paidi saat "mbanser" mengawasi semua tamu mas kiai mursyid yang datang.

    Wali Paidi tersenyum kecil ketika melihat kekikukan para tamu yang memakai kopyah dan sarung NU itu. Mereka tampak rikuh duduk di kelilingi para tamu yang berpenampilan sangat beda dari mereka. Necis, ngota (ala kota).

    Dari arah belakang, datanglah seorang pemuda berpenampilan mantap seperti Wali Paidi saat itu. Ia mengahampiri dan duduk disamping Wali Paidi. Pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.

    "Sudah lama kang," tanya pemuda ini setelah salaman.

    "Gak, barusan saja datang"

    "Sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada Kiai Ahmad untuk mendatangkan santri-santrinya ke sini membantu bagian akomodasi (angkat-angkat meja). Tapi terjadi kesalahpahaman. Yang dikirim malah para ustadz dan penggede-penggede thariqah. Dikiranya mas kiai mursyid sedang mengadakan acara kumpulan thariqah, jadinya ya seperti ini".

    Wali Paidi cuma nyengir. Namun tak lama kemudian datang mas kiai mursyid yang berbercelana jeans, diiringi cewek-cewek cantik berpakaian minim. Duh, tampak seksi dan mulus-mulus betul. Mereka adalah para sales promotion girl yang sengaja didatangkan mas kia mursyid untuk membantu acara pembukaan toko barunya.

    Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiai mursyid, kecuali mereka yang berkopiah dan sarungan. Melihat cewek di samping mas mursyid, mereka melongo dan heran. Sungguh pemandangan di luar kendali imajinasi mereka yang sangat sufi.

    Para penggede thariqah yang datang mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini. Sebagian besar dari mereka memang dulunya adalah murid abahnya. Tapi apa boleh buat, mereka hanya diam dan menyaksikan mas kiai mursyid, gus mursyid mereka.

    Acara basi-basi sudah selesai. Hiburan dimulai. Musik mengalun indah. Para penggede thariqah terbelalak hampir tidak percaya kala mas kiai mursyid naik ke panggung mini itu dan mulai berjoget ria bersama 15 orang cewek cantik sales promotion girl.

    Mereka semakin geleng-geleng melihat gus mursyid mereka berjoget lalu bersenda gurau dengan para gadis cantik dan seksi tersebut. Wali Paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid.

    Saat melihat salah satu di antara cewek cantik itu ada yang mirip Mulan Jemeela, Wali Paidi hanya membathin, "ada-ada aja mas kiai mursyid ini. tahu kalau saya suka artis itu".

    Mas kiai mursyid turun panggung, menghampiri Wali Paidi. Ditariklah tangannya agar ikut dan jogetan di atas panggung bersama. Oleh mas kiai mursyid, Wali Paidi digandengkan ke cewek yang wajahnya mirip Mulan Jameela tadi. Jleb. Deg. "Rejeki gusti!"

    Ketika Wali Paidi memegang tangan cewek itu, detak dzikir jantung Wali Paidi justru makin kencang. Dari tangan cewek manis ini, terdengar kalimat: "Ya, Latief, ya Latief, ya Latief…". Dari paha dan pant4tnya keluar juga kalimat "ya Jamal, ya Jamal…". Begitu pula keluar kalimat-kalimat asmaul husna dari seluruh anggota badan si cewek cantik mirip artis ini.

    Wali Paidi seakan berjoget di taman surga, musik dan suasana berubah seperti di surga. Bunga-bunga indah bermunculan di sekitar taman harum dan wangi. Ia masyghul (sibuk dzikir), hingga terus berjoget, berputar putar tanpa terasa mengikuti alunan musik yang dimainkan.

    "Wes kang, ayo balik ke dunia lagi. Jangan di surga terus. Ini acara jualan onderdil belum selesei," mas kiai mursyid tiba-tiba menyadarkan Wali Paidi yang sedang nikmat berdzikir. [dutaislam.com/ab]

    Di jalanan pulang, Wali Paidi kehabisan bekal. Apa cerita selanjutnya, silakan baca: Garam "Suwuk" Sakti dari Wali Paidi Untuk Begal-Bedugal

    Biar paham, baca edisi sebelumnya:
    1. Wali Paidi (Bag. 1) Hanya Wali Indonesia yang Kemana-Mana Bawa Rokok dan Kopi
    2. Wali Paidi (Bag. 2) Gagal Pakai "Doa Lipat Bumi", Wali Ini Balik Pulang Naik Pesawat
    3. Wali Paidi (Bag. 3) Hanya Karena Punya Rokok Tapi Tak Ada Korek, Kerajaan Jin Diobrak-Abrik Wali Sakti Ini 
    4. Wali Paidi (Bag. 4) Sering Shalat di Atas Daun, Pemuda Ini Temui Kiai yang Biasa Jualan Minyak Wangi
    5. Wali Paidi (Bag. 5) Sang Wali Beri Amalan Cepat "Cling" Naik Haji Tanpa Ijazah Doa Wirid

    Rubrik:

    paidi
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    4 komentar

    Karena narasi ini tdk bertitel fiksi/humor, maka saya anggap ini tulisan beneran. Pertanyaan saya, benarkah seorang wali mau ikut joget sama cewek seksi??? Jangan nuduh saya sumbu pendek ya mas admin, tapi tulisn ini bisa membuka kran org-org awam untuk bergelimang dg cewek dan dugem, boro-boro bisa dzikir.

    @Bro Anonim, bukan melegitimasi orang Awam untuk dugem tapi berusaha mengajarkan berbaik sangka pada para wali yg kelihatannya nyeleneh.. Ada contohnya dulu Gus Miek yg suka keluar masuk diskotik buat berdakwah dengan "caranya". Kalangan antiwali kadang menyerangnya dengan kejam..
    Padahal menurut Gus Miek sendiri wanita yg menurut awam itu berpakaian sexy, menurutnya malah lain..terlihat rupa aslinya jadi boro boro syahwat, yg ada harus nahan sedih memikirkan nasib mereka..

    Setuju....

    Wali itu apa proses diri menjadi wali atau kehendak Allah yg langsung