Dutaislam.com mendukung gerakan deradikalisasi dan anti teror di media sosial!

  • [Mati Gaya] Nyindir NU Pakai Puisi Khilafah, Ini Bantahan Puisinya Juga

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 30 April 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Baru-baru ini beredar puisi sindiran untuk (mungkin) Ansor Banser dan Nahdliyyin umumnya. Ia menyindir kelompok moderat macam NU dan Muhammadiyah yang dianggap phobia terhadap HTI, FPI, PKS dan lainnya.

    Puisi berjudul "Mau Kamu Apa Sih?" itu dibuat oleh Ma'mun Murod Al-Barbasy (MMA). Karena isinya hanya provokasi dan tuduhan, kami meminta kepada salah satu santri NU untuk membuat bantahan dalam bentuk puisi juga, dari M Abdullah Badri (MAB). Diberi judul olehnya "Kami Mau Kau Pergi!". Puisi MMA mati gaya di hadapan puisi MAB. Silakan disimak!

    Puisi "Mau Kamu Apa Sih?" versus "Kami Mau Kau Pergi" 

    MMA:
    Perampok uang rakyat tak kau persoalkan.
    Penjarah kekayaan negara tak kau adukan,
    Pelacur negara tak kau basmi,
    Pengemplang pajak tak kau tuntut.
    Pembakar hutan tak kau meja hijaukan.
    Padahal itu yang manifes dari kejahatan yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Duh duh, pengasong khilafah mulai kumat khalifah.
    Kau kafirkan basis negara, kau soal kesepakatan NKRI yang berdarah-darah.
    Kau hidup dimana sih sampai tidak tahu ada TNI, Polisi dan KPK.
    Sudah berapa banyak koruptor yang kau tangkap? 
    Ups, pertanyaan itu konyol buat anti NKRI. 
    Antum tahunya kan demo dan khilafah. 
    Antum tak mau mengisi NKRI ini dengan membasmi kejahatan, tapi suka duitnya.
    Bukannya kau anggap ini negara thoghut yang kau benci? 
    Masih menganggap hukum NKRI sah membasmi korupsi?  
    Duh duh duh! Bingung aku buyung!

    MMA:
    Gerakan separatis di Papua tak kau lawan.
    Bendera-bendera Israel yang bertebaran di rumah-rumah penduduk di Papua tak kau cabut dan persoalkan.
    Gerakan separatis yang tersisa di Maluku tak juga kau libas.
    Padahal itu yang manifes dari kejahatan yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Hanya orang Indonesia yang tahu Papua ada Tentara
    Pengasong khilafah akan bangga jika ada pemberontak merajalela di NKRI ini. Bahkan akan didukung. 
    Mengambil alih tugas TNI di Papua dan Maluku bukan sifat kami. 
    Lalu kalian ngapain saja? Apa tugas kalian hanya merusak persatuan NKRI ini? 
    Maunya apa sih kalian hidup di negeri kami?

    MMA:
    Simbol PKI bertebaran di mana-mana tak kau persoalan.
    Kongres PKI yang sudah berlangsung berkali-kali kau tak bertindak apa-apa.
    Oknum-oknum PKI yang sudah mulai petentang petenteng tak pula kau merasa risau dan melawannya
    Oknum-oknum pejabat yang sudah berani terang-terangan menggunakan simbol-simbol komunis tak kau datangi dan kau pukuli.
    Padahal itu yang manifes dari kejahatan yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Simbol PKI bukannya situ yang kelabakan? 
    Kami diam saja selama TNI dan polisi bergerak? Toh semuanya juga tahu, PKI hanya komoditi.
    Mohon sebutkan oknum PKI? Kalau ada, kami sikat! Jangan asal omong!
    Bukan hanya kami yang sikat PKI, aparat juga sikat sudah! 
    Kau mau apa? Perang dengan mereka? Pasukanmu berani mati untuk NKRI? 
    Ups, salah lagi. NKRI kan tidak ada menurut antum!

    MMA:
    Terhadap LGBT kau lindungi dengan dalih HAM, padahal pelaku LGBT itu nyata-nyata pelanggar HAM.
    Terhadap penista agama kau bela, kau labeli simbol-simbol suci agama.
    Terhadap sekularis fundamentalis dan islamophobia kau tak berbuat apa-apa.
    Padahal itu yang manifes dari kejahatan yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Stop stop! Ini nuduh siapa? LGBT dan penista agama dibela siapa yang kau maksud? 
    Kok nuduh tidak jelas sih? Mau kamu apa? Harus mengikuti propaganda murahan kalian?
    Islam jadi dijauhi bukan karena kami, tapi karena ulah kalian bukan? 
    Teroris kau syahid kan. Ustadz pemaki kau viralkan!
    Kami berbuat di negera kami agar Islam tidak kau potong hanya untuk dirimu saja.
    Kau mau kami berbuat jahat kepada yang beda agama? 
    Itu jalan kalian, yang selalu menggunakan isu agama untuk nafsu kuasa! 

    MMA:
    Demen sekali teriak tasamuh dan tawasuth, tapi terhadap pikiran yang tak sejalan kau musuhi.
    Mudah meneriakan ukhuwah wathaniyah,ukhuwah basyariyah, ukhuwah insaniyah, tapi mempraktekkan ukhuwah Islamiyah saja masih kedodoran.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Tasamuh dan tawassuth tidak semudah kau jalankan dengan tuduhan. 
    Musuh kami hanya satu, kedhaliman di depan mata. Tasamuh itu tahu tempat. 
    Jika kau paling tasamuh, akhiri semua tuduhan bid'ah tahayul mu serta thighutmu. 
    Ukhuwah Islamiyah tanpa ukhuwah basyariah dan wathaniyah itu bukan kami. 
    Kami jalankan semua ukhuwah, itulah rahmatan lil alamin. Bukan rahmatan lil muslimin saja.
    Kau tuduh kami tidak sayang sesama muslim? 
    Baik, kamu mau apa? Menuduh kami komunis, syiah dan liberal, yang mana? Pilih donk!

    MMA:
    HTI kau musuhi, kau minta bubarkan dengan dalih anti-Pancasila dan mau mendirikan negara khilafah.
    FPI kau perangi, kau halangi, kau kecam dengan dalih ekstrimis, radikalis, anti Pancasila dan anti NKRI.
    PKS kau serang habis, kau kuliti, kau sebut wahabi, kau juluki mau menghadirkan negara Islam.
    Padahal ketiganya sah secara konstitusional hidup di bumi Indonesia, di bumi Pancasila, di NKRI.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Hahaha. HTI yang memusuhi negara kami. Apa harus diam? Kiai kami saja kau culik demi busuk misimu.
    Pancasila Jaya jelas bukan khilafah. Silakan bergerak, tragedi NII akan terulang di negeri ini
    FPI kami sayangi, kami malah dipenthungi. Bukankah itu penghianatan? 
    PKS hanya bagian darimu. Politik syariat Islam bukan tempat. 
    Ingatlah, di negeri ini, syariat Islam adalah suplemen, bukan supermind!
    Mereka hidup di negeri ini karena menumpang demokrasi yang kau anggap thoghut, akhi!
    Kami mau kau akhiri semua penyamaran itu!

    MMA:
    Kau selalu merasa paling NKRI,
    Kau selalu merasa paling Pancasila,
    Kau selalu merasa paling bhinneka,
    Kau seakan merasa paling Indonesia.
    Kau anggap di luar dirimu tak paham dan anti NKRI,
    Kau anggap di luar dirimu tak paham dan anti Pancasila.
    Kau anggap di luar dirimu tak paham dan anti kebhinnekaan.
    Lalu mau kamu apa sih?

    MAB:
    Kami hanya menjaga keutuhan NKRI, kau yang menuduh kami paling NKRI.
    Tidak, ada saudara kami yang tidak nyaman atas khilafah dan anti Pancasilamu. 
    Pancasila itu perjanjian, kau rusak itu, sikap kami terus melawan. 
    Apa kau paling Nyar'i?
    Apa di luar HTI paling Islami?
    Apakah NKRI hanya milik paling cinta Islam?
    Kami mau kau enyah dari bumi pertiwi ini? 

    Jika Anda ingin menjawab puisi MMA di atas, menambahi puisi MAB, silakan kirim ke email redaksi Dutaislam.com, di redaksidutaislam@gmail.com. Kami akan muat kembali jika itu karya Anda anti khilafah! [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    Enyahlah dari NKRI dan jgn kembali lagi