Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Habib Luthfi bin Yahya Diagendakan Rutin Hadir di Haul Sunan Ampel Surabaya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 14 April 2017
    A- A+

    Oleh Mochammad Fuad Nadjib

    DutaIslam.Com - Sunan Ampel, Sunan Ampel merupakan tokoh dalam tonggak sejarah Islam di Indonesia dan icon Jawa Timur, khususnya kota Surabaya. Saat kita mendengar kata “Ampel” pasti yang terlintas di pikiran kita adalah sejarah Islam di Indonesia atau sejarah awal mula istilah Walisongo.

    Jika kita berwisata ke Surabaya, tak lengkap rasanya jika kita tidak berziarah ke makam beliau ini. Makam Sunan Ampel yang beralamatkan, Jalan Ampel Masjid No. 53 Semampir Surabaya Jawa Timur, dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi.

    Tahun ini, pada bulan Mei mendatang, kita akan meperingati haul beliau yang ke-568. Kegiatan tersebut dimulai pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2017 M/15 Sya’ban 1438 H, pukul 18.00 (Ba’da Maghrib) bertempat di Makam Sunan Ampel dan dilanjutkan dengan pengajian umum ba’da Isya’ di serambi Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya. Di setiap haul pada hari pertama selalu dikhususkan untuk muslimat.

    Pada hari berikutnya, yaitu Sabtu tanggal 13 Mei 2017 M/16 Sya’ban 1438 H adalah merupakan puncak acara. Kegiatan pada hari kedua ini dimulai dari ba’da Subuh dengan khataman Al-Qur’an bil ghoib yang bertempat di Masjid Agung Sunan Ampel bangunan lama (pria) dan bangunan baru (wanita).

    Pada sore harinya ba’da Ashar diadakan kirab. Para undangan, peserta sampai muhibbin Sunan Ampel akan berjalan mulai dari kampung margi menuju Makam Sunan Ampel.

    Kenapa kirab dilaksanankan mulai dari Kampung Margi? Alasan dari pimpinan Direktur Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Masjid Agung Sunan Ampel atau yang biasa dikenal dengan LPBA MASA (lembaga resmi yang dinaungi Masjid Agung Sunan Ampel sebagai pondasi dan kaderisasi para penerus dakwah Sunan Ampel lewat Pendidikan Bahasa Arab), karena ingin menghormati jasa para ulama.

    Kampung Margi dulu adalah pusatnya perkumpulan ulama di wilayah sekitar Ampel. Di situ pula tinggal seorang ulama kharismatik, yaitu Sayyid Muhammad bin Husein al-Aydrus atau yang terkenal dengan sebutan Habib Neon, sekitar ± 60-70an.

    Lewat pendekatan spiritual, yang kemudian di percaya oleh masyarakat sekitar dan menjadi banyak rujukan, nama dari Sunan Ampel adalah Ahmad Rahmatullah, walaupun banyak sejarahwan yang masih mempertanyakannya.


    Rangkaian agenda haul Sunan Ampel itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang di pimpin langsung oleh Takmir Masjid Agung Sunan Ampel, KH. Mohammad Azmi dan langsung ke acara pembacaan napak tilas Sunan Ampel yang biasanya diisi oleh ulama’ kharismatik NU, Habib Luthfi bin Yahya, bertempat di Makam Sunan Ampel. Setelah isya’, ada pengajian umum. di bangunan lama Masjid Agung Sunan Ampel.

    Pada hari ketiga haul, 14 Mei 2017 M/17 Sya’ban 1438 H, acara dimulai dengan khitan massal pukul: 06.00 WIB bertempat di area parkir (sebelah Barat Makam Sunan Ampel ) yang dilanjutkan pada malam harinya pukul 20.00 wib dengan agenda pembacaan sholawat nabi dan hadrah ISHARI, bertempat di Masjid Sgung Sunan Ampel juga.

    Menurut penuturan Gus Hifni, sebelum tahun 1972 prosesi atau acara Haul Agung Sunan Ampel hanya berisi tahlil di makam Sunan Ampel. Namun setelah KH. Nawawi Muhammad bin Hasbulah menjadi Nadlir di Masjid Agung Sunan Ampel, haul diadakan selama tiga hari hingga memasukkan kesenian hadrah untuk pertama kali.

    Haul Agung Sunan Ampel ini berbeda dengan haul para ulama’ di Indonesia, yang biasanya dirayakan pada hitungan Hijriyah saat hari wafatnya. Mengapa? Haul Agung Sunan Ampel diambil Hari Jum’at, Sabtu dan Ahad pada Akhir bulan Sya’ban yang biasanya dilaksanakan pada 2 atau 1 pekan sebelum Ramadhan.

    Oleh karena itulah, setiap Haul Agung Sunan Ampel selalu berbeda tanggal setiap tahunnya. Baik di hijriyyah maupun di penanggalan masehi nya. [dutaislam.com/ab]

    Mochammad Fuad Nadjib, Abdi Sunan Ampel di LPBA MASA

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: