Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Wahabi dan Syiah Takfiri Bak Kotoran Unta Dibelah Dua

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Rabu, 08 Maret 2017
    A- A+

    Oleh AR. Al Amin

    DutaIslam.Com - Saat ini, beriringan dengan kasus Khalid Basalamah, isu wahabi plus takfiri sedang ramai diperbincangkan. Saya di sini fokus pada takfirinya saja.

    Takfiri biasanya dilekatkan kepada oknum atau kelompok wahabi saja. Saya rasa ini kurang adil karena oknum dari kelompok lain juga ada yang cocok bila disematkan padanya sebagai komunitas sekte takfiri, yakni Syiah takfiri.

    Arti takfiri itu simpelnya, kalau menyimak ujaran Habib Riziq (sekali kali ngutip bibib lah he he), adalah siapapun, entah wahabi atau Syiah yang suka mengafirkan muslim lain. Lihat video di bawah ini:


    Lebih lanjut, deteksi ciri khas Wahabi takfiri adalah mereka yang dalam ceramahnya gampang mengobral, sekali lagi, gampang mengobral stempel kepada pihak lain sebagai pelaku syirik, takhayul, bid'ah, khurafat dan kekufuran, itulah wahabi takfiri.

    Teologi ini bermuara ke aliran yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Namun harus ditegaskan, tidak semua wahabi adalah takfiri. Faktanya, Raja Salman sebagai pengikut wahabi tapi tidak takfiri.

    Adapun Syiah takfiri ciri khasnya, dalam ceramah sering mengafirkan sahabat dan istri Nabi. Secara teologis, muaranya bisa ditelusuri ke Syiah Akhbari (walau harus dikatakan tidak semua Syiah akhbari adalah takfiri).

    Syiah Akhbari adalah kelompok yang saklek, letter lek atau rigid dalam memegang hadis Syiah. Lawan dari Syiah Akhbari adalah Syiah Ushuli (Syiah yang sekarang berkuasa di Iran). Dari sini bisa dipahami, Syiah Akhbari walaupun minoritas, tapi masih ada. Mereka tidak bisa disebut sebagai Syiah yang mempertuhankan Sayyidina Ali.

    Hemat saya, saat ini sudah tidak ada lagi orang Syiah yang kebacut kembali ke zaman batu, yakni menyembah manusia. Untuk itu, pembagian Habib Rizieq Shihab tentang ragam Syiah dengan memasukkan para penyembah Ali sebagai bagian dari Syiah Ghulat hanya sejarah dan tidak relevan utk dijadikan bahan analisis. Video pandangan Habib Riziq tentang Syiah, silakan cek langsung ke:


    Perbedaan wahabi takfiri dengan Syiah takfiri antara lain adalah: bagi wahabi takfiri, pengejawantahan ke-takfiri-annya  tidak hanya berupa ujaran mulut atau tulisan. Tapi sudah berupa tindakan fisik berbentuk pengerusakan, penyiksaan, pemerkosaan, pengeboman dan pembunuhan.

    Contoh nyata dan teranyar ya kelakuan ISIS. Apakah ISIS berideologi Wahabi? Kata habib Ali al Jufri, ISIS berakar dari ideologi wahabi takfiri. Silakan simak videonya langsung:


    Adapun Syiah takfiri, sepanjang pengetahuan saya, hanya sebatas ucapan dan tulisan. Belum ada, dan semoga tidak ada perbuatan jahat dan keji kayak perbuatan ISIS.

    Untuk kasus Iran, Syiah takfiri tidak tinggal di negeri Iran. Mereka justru tinggal di Inggris dan Australia. Anehnya, mereka mempunyai jaringan televisi untuk menyebarkan kebenciannya, adu dombanya dan ketakfiriannya. Baca: Apakah Syiah: Takfiri?

    Kabar baiknya, mereka dikecam dan ditolak ramai-ramai oleh komunitas Syiah. Cek ABI dan IJABI Tolak Kedatangan Syiah Takfiri Syaikh Muhammad Tawhidi.

    Mereka dituduh  agen Zionis:


    Tidak hanya komunitas Syiah, bahkan pemimpin Iran, Ali Khamenei juga menolak dan mengkritiknya. Silakan cek masing-masing video di bawah ini:



    dan ini:


    serta ini:

    Andaikan komunitas wahabi "moderat", -lebih mantap lagi Raja Salman bertindak langsung dengan mengkritik para ulama Wahabi takfiri,- tentu akan lebih baik. Mereka akan tersisih. Karena mereka memang tidak mau bersatu dalam perbedaan.

    Persatuan menurut takfiri ini ya sesama mereka saja. Lihat video ini Yasir Habib al Londoni dan Yazid Jawwas di sini:


    Walau menyatakan persatuan sesama mereka, namun fakta anehnya, sesama mereka juga saling cela, caci dan menjatuhkan. Lihat: Satu Lagi Orang Salafi-Wahabi (Rodja) Bertaubat.

    Mereka adalah sumber perpecahan umat. Mereka seperti buih yang tidak berguna untuk persatuan. Bahkan membawa kekotoran. Maka, tepat sekali ucapan habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad bahwa keduanya bagaikan "Kotoran unta yang dibelah dua". [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: