Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Salah Alamat Tuduh Banser Tak Beradab (Tanggapan Buat CEO Sang Pencerah)

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Rabu, 08 Maret 2017
    A- A+

    DutaIslam.com - Tulisan saudara Arief R, CEO Sangpencerah.id tertanggal 4 Maret 2017 sangat mengejutkan. Tanpa tabayyun, Arif menempatkan Banser sebagai kelompok yang merusak toleransi beragama di Indonesia dalam insiden pengajian ustadz provokatif Khalid Basalamah Sabtu pagi (04/03/2017) di Masjid Sholahuddin, Gedangan, Sidoarjo.

    "Arif menulis GP Ansor dan Banser dalam kasus tersebut tidak beradab dan intoleran. Dia menyarankan agar dialog dan musyawarah. Itu artinya Arif pura-pura tidak paham siapa Khalid Basalamah dan siapa GP Ansor," kata Zaim Nugroho, anggota Banser dari Tangerang.

    Zaim juga heran atas tuduhan Arif bahwa dalam kasus tersebut posisi GP Ansor dan Banser anti kebhinnekaan dan anti NKRI karena sudah melabrak aturan konstitusi yang menjamin kebebasan warga negara untuk beribadah.

    "Arif menganggap materi ceramah Khalid Basalamah sebagai bagian dari ibadah? Di sinilah perbedaan kualitas keilmuan Arif dan sahabat-sahabat GP Ansor sebagai kader NU. Mungkin dia belum lihat video-video Basalamah yang provokatif dan Arif juga belum baca klarifikasi dari Polres Sidoarjo," terangnya.

    Bagi kader NU, materi ceramah Khalid Basalamah itu bukan wujud ibadah tapi mesiu perusak harmoni, ketenteraman dan ketenangan masyarakat.


    "Dia memaksakan ideologinya tanpa peduli dampak konflik di masyarakat yang membahayakan NKRI," tegas Zaim.

    Zaim pun memastikan, jika ustadz model Khalid Basalamah masih terus berupaya hadir di tengah masyarakat, tentu GP Ansor dan Banser juga hadir di tengah masyarakat.

    "Tujuan kehadiran GP Ansor-Banser jelas yaitu memberikan perlindungan dari ancaman materi ceramah merusak sejenis ceramahnya Khalid Basalamah," ujar Zaim. [dutaislam.com/ anw/ksf]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    Tumben kang dimyati pake cara sewot? Biasa nya kan ngaku2 sebagai orang aswaja?

    tuhan sama kitab sucinya sama gak?! kalo digedein perbedaan , ya beda melulu wong isi kepalanya beda.