Senin, 06 Februari 2017

Sekjen PBNU Helmy Faishal Bantah Info Hoax Dirinya Sebagai Perantara SBY-Kiai Ma'ruf


DutaIslam.Com - Broadcast fitnah yang sengaja menyeret nama pejabat teras Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, beredar. Dalam broadcast tersebut, Sekjen PBNU Hemly Faishal disimpulkan sebagai perantara komunikasi seluler Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin (KH MA).

Karena pasangan Agus-Sylvi tidak bisa menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, menolak dikunjungi dengan alasan menjaga netralitas PBNU, penulis broadcast menyebut Helmy Faishal lah yang kemudian membawa pasangan nomor 1 Pilkada DKI Jakarta itu ke lantai 4 PBNU, kantor Rais Aam PBNU.

Di ruangan itu, kata penulis anomim kurangajar itu, Sekjen PBNU menelepon SBY. Handphone kemudian diberikan ke Kiai Ma'ruf. Terjadilah dialog antara Kiai Ma'ruf dan SBY via telepon milik Hemly Faishal. Intinya, broadcast bodong tersebut ingin menyatakan kalau SBY tidak disadap siapapun mengingat komunikasi yang terjadi bisa didengar semua orang yang ruangan, di-load speaker.

Broad Hoax dan Fitnah
Analisa Hoax
Secara matan (konten broadcast), pembaca yang cerdas akan mudah mengidentifikasi sebagai hoax. Pasalnya, penulis broadcast karangan itu sengaja menulis salah nama KH Ma'ruf Amin. Penelusuran Dutaislam.com, nama KH MA sengaja dibuat salah hingga enam kali. Pertama disebut sebagai Mahfud Amin (1 kali) lalu kedua, ditulis Mahruf Amin (5 kali). Tidak ada satupun penyebutan nama yang benar. Enak saja mereka mengubah nama kiai?

Bahkan penulisan kalimat "salah satu pengurus DPP PBNU" (disebut hingga 3 kali), sebagai aktor yang dianggap menyadap juga tidak merujuk fakta akronim manapun. Yang dimaksud tentunya Hemly Faishal, Sekretaris Jenderal PBNU sekarang. Nama aslinya juga disalah ketikkan hingga 3 kali jadi Helmi Faisal, bukan Helmy Faishal Zaini (sesuai biografinya di Wikipedia.com). Piye jal?

Dugaan kuat, hal itu sengaja dilakukan untuk mengelabui jikalau penulis tertangkap basah sebagai penebar hoax. Ia akan mudah berkelit dan mudah membantah kalau yang dimaksud bukan KH Ma'ruf, tapi Mahruf atau Mahfud. Itu Ketua MUI yang mana? Cerdas amat bikin broadcast.

Pasal lain, broadcast tersebut tidak menjelaskan isi komunikasi antar keduanya. Hanya menjelaskan kalau telah terjadi komunikasi atara SBY dan KH MA, dan komunikasi itu didengarkan oleh seisi ruangan. Padahal, isi komunikasi itulah yang dibutuhkan di tengah polemik sadap-menyadap yang diprihatikan SBY. Lalu, apa kira-kira tujuannya?

Dilihat dari konten, analis Dutaislam.com menyimpulkan kalau broadcast tersebut hanya untuk menyerang SBY yang dianggap berlebihan menyikapi komunikasi (via Twitter) hingga ia terkesan baper menyalahkan pihak lain, penguasa.

Buktinya mudah dilacak. Penulis broadcast bodong selalu mengaitkan Helmy Faishal sebagai orang-nya SBY, manteri era SBY, pejabat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang notabene mendukung putra SBY di Pimelihan Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, broadcast semakin bodong terlihat menyerang SBY karena mengaitkan Kiai Ma'ruf Amin sebagai mantan Watimpres era SBY selama 7 tahun dan menyebut SBY sebagai orang yang menjadikan Kiai Ma'ruf Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelum lengser keprabon.

Bahkan, broadcast itu menyebut Sekjen PBNU sebagai anak kesayangan SBY. Hahaha. Ia menyuruh SBY klarifikasi langsung ke Helmy Faishal, bukan malah membuat statemen baper hasil otak Rahlan Nasidik. Begitu ajakan dan tuduhannya.

Dibantah Langsung
Meskipun dari segi konten sudah dlo'if (lemah), namun hal itu tetap mendapatkan bantahan dari Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Kepada Netizen NU, kemarin (06/02/2017), ia membantah adanya telepon dengan SBY ke Rais Aam PBNU, KH Amin Ma'ruf.  

"Saya mengetahui silaturrahmi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke PBNU melalui pemberitahuan dari sekretariat. Saya diminta Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj untuk mendampingi beliau. Pada saat AHY datang, saya terlambat," terang Helmy.

Begitu masuk ruangan, lanjutnya, Kiai Said memintanya untuk menjemput Rais Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin di ruangannya. "Saya menuju ruangan Rais Aam di lantai empat untuk menghaturkan bahwa tamu sudah datang. Waktu itu KH. Ma’ruf Amin masih merima tamu para Kiai. Kemudian saya kembali kembali ke ruangan Ketua Umum di lantai tiga PBNU," imbuhnya.

Pertemuan tersebut sepenuhnya dilakukan di ruangan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj lantai tiga Gedung PBNU. Jadi, tidak ada acara membawa Agus-Sylvi ke lantai 4 Gedung PBNU, yang disebut penulis hoax sebagai "Kantor Pusat DPP PBNU".

Jadi, Anda sudah tahu kan cara kerja broadcast hoax. Telitilah kontennya, matan-nya, lalu runtutkanlah peristiwanya (jika berbentuk cerita), carilah bahasa yang diplesetkan (jika penulisnya cerdas), dan, telusuri informasinya langsung ke sumber korban hoax.

Jika secara riwayat tidak nyambung (munqathi'), a-faktual (tidak merujuk fakta), apalagi dibantah sumber riwayat secara langsung dan meyakinkan, bisa dipastikan itu hoax, maudlu', bahkan munkar. Jika masih penasaran isinya, silakan baca di Google Docs, di bawah ini. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini