Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Jika Al-Maidah 51 Dibandingtafsir Dengan Al-Baqarah 183, Hasilnya Menggemaskan Sebelah

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Minggu, 12 Februari 2017
    A- A+
    hanya ilustrasi
    DutaIslam.Com - Aktifitas saya di sosmed yang aktif serta mengampanyekan calon Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 2 mendapat kritikan tajam dari seorang Ibu.

    Tapi karena kritiknya sangat santun, tidak dengan emosianal', tidak mengkafirkan dan tidak mengatakan Islam KTP seperti kritikan-kritikan ngawur bahkan hinaan dan makian dari beberapa teman di sosmed, maka saya pun mencoba menjawab dengan sopan.

    Begini obrolan saya dengan ibu itu.

    Ibu: Mas sampean ki lak ngerti to, surat Al-Maidah ayat 51 ki unine ngene, Allah Ta’ala berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

    Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim." (QS. Al-Maidah: 51)

    Saya: Iya, saya tahu Bu, emang kenapa, Bu?

    Ibu: Surat Al-Maidah ayat 51 kan jelas melarang kita memilih aulia/ pemimpin Yahudi dan Nasrani.

    Saya: Betul, Bu. Surat Al Maidah ayat 51 tegas melarang kita memilih pemimpin Yahudi dan Nasrani. Tapi saya menafsirkannya pemimpin yang di maksut dalam Surat Al-Maidah ayat 51 adalah pemimpin keagamaan seperti memimpin sholat atau memimpin organisasi Islam dan lainnya, yang jelas ada hubunganya dengan Agama Islam.

    Ibu: Penafsiran sampean itu dalilnya apa? Coba sampean jelaskan!

    Saya: Ibu pasti tau surat ini kan,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

    Ibu: Lha itu Surat al-Baqarah ayat 183. Kan gak ada hubungannya dengan Surat Al-Maidah ayat 51?

    Saya: Ya gak ada hubunganya, Bu', tapi coba sampean baca arti surat al-Baqarah itu! "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

    Kalau kita menelan mentah-mentah ayat itu, kita akan menyimpulkan bahwa orang-orang yang beriman wajib berpuasa tanpa terkecuali, termasuk anak-anak, orang sakit, orang tua, musafir dan lain-lain, pokoknya beriman, yo wajib puasa.

    Padahal kan tidak seperti itu...


    Tanpa bermaksud menggurui, saya hanya ingatkan kalau ngaji itu jangan setengah-setengah, soalnya dalam Al-Qur'an itu, ayat 1 dan lainnya, surat 1 dan yang lainnya, juz satu dengan yang lainya itu berkaitan. Kita akan salah tafsir jika hanya menafsirkan 1 ayat saja.

    Contohnya ya hanya menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 tapi tidak mau menafsirkan ayat lainya. Makanya saya sering bilang Surat Al-Maidah ayat 51 itu dipergunakan untuk kepentingan politik. Buktinya mereka tidak mau menjelaskan ayat yang lain, padahal saya yakin mereka lebih pandai dan lebih ngerti Al-Qur'an 1000 kali dari saya, tapi mereka menutup-nutupinya dan yang dibesar-besarkan hanya surat Al-Maidah ayat 51 saja.

    Makanya benar tuh kata pak Ahok, jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah ayat 51.

    Ibu: Oh, gitu to argumen jenengan, tapi apa sempean tidak takut dicap kafir oleh mereka karena sampean dianggap membela penista dan dianggap nggak percaya pada Al-Qur'an?

    Saya: Ya biarkan saja bu! Kalau ibu ikut-ikutan menganggap saya tidak percaya Al-Qur'an, saya juga bisa menganggap perempuan muslim tidak percaya Al-Qur'an.

    Ibu: Maksud sampean?

    Saya: Dalam Al-Qur'an dibenarkan poligami tapi 99'9% wanita muslim menolak poligami termasuk mungkin sampean?

    Ibu: ?????

    Begitulah jalannya dialog antara seorang ibu dan seorang santri yang sudah lumayan paham tentang tafsir Al-Qur'an serta melek politik dan manipulasi politis atas ayat-ayat Al-Qur'an. Jika kita mau berpikir, kita akan tahu bahwa Al-Maidah ayat 51 hanya politisasi. Baca laporan Dutaislam.com tentang kronologi fatwa Al Maidah, judulnya: Setelah Ketemu Anies, Habib Rizieq Kena Fitnah Hot. [dutaislam.com/ ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    di Al Quran pun sudah tertulis, dan jangan karena kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil.

    kebencian terhadap ahok membuat kita menjadi buta.

    سموك فرا فمبنج فمرنته سادر