Senin, 30 Januari 2017

UNU Pekalongan Jaring Dosen Berkualitas yang Berpaham Aswaja

Dr. H. Muhlisin, MAg Ketua Tim Seleksi Dosen UNU Pekalongan (kiri) dan Drs.KH. Muslikh Hudlori, MSI Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan (kanan) saat membuka acara seleksi di kantor PCNU Pekalongan, Ahad (29/01/2017).
DutaIslam.Com - Drs. KH. Muslikh Hudlori, MSI, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa dalam rangka pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pekalongan, dibutuhkan dosen berkualitas dan sefaham dengan nilai-nilai Aswaja dan visi-misi organisasi NU. Hal itu ia jelaskan dalam pembukaan seleksi tahap III calon dosen UNU Pekalongan di kantor PCNU Kabupaten Pekalongan, Minggu (29/1/2017).

“Proses ini dilakukan, agar kami bisa menggali himmah dari Bapak Ibu semua. Kami tidak hanya memahami Bapak dan Ibu hanya mencari sebuah pekerjaan, tetapi saya akan melihat sejauh mana keinganan Bapak Ibu menjalankan himmah di NU sebagai organisasi yang besar ini. Apalagi di Indonesia sekarang serba kompetitif, makanya kami membutuhkan teman kerja, baik dari Rektorat sampai karyawan, harus satu gelombang, satu visi, satu misi. Gelombang boleh sama, tapi visi dan misi kadang berbeda. Visi misi sama, tapi kadang gelombangnya beda. Oleh karena itu, kami harap semua calon dosen UNU Pekalongan bisa sepaham dengan nilai-nilai Aswaja yang selama ini menjadi pedoman NU,” kata Kiai Muslikh di hadapan puluhan peserta seleksi.

Sebanyak 58 calon dosen (cados) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pekalongan itu mengikuti seleksi tahap III dengan materi tes Micro Teaching di gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Ahad (29/1/2017). Para cados tersebut datang dari berbagai daerah yang sudah lolos seleksi tahap I dan tahap II.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas keseriusan peserta seleksi calon dosen UNU Pekalongan yang sudah melaksanakan tes tahap demi tahap yang sampai hari ini sudah memasuki tahap terakhir yaitu micro teaching.

“Apa yang menjadi harapan kami tidak akan terlaksana tanpa adanya Mas, Mbak atau Bapak dan Ibu yang mengikuti seleksi ini. Yang kedua, saya ucapkan selamat karena Anda lolos tahap pertama dan kedua lolos. Karena, tidak semua peserta bisa lolos tahap pertama dan tahap kedua bisa dilampaui. Sebab, data kemarin, pemalar yang masuk ada 360, kemudian menjadi 250 dan kini menjadi 58,” beber Drs.KH. Muslikh Hudlori, MSI saat memberi pengarahan dalam pembukaan tes micro teaching tersebut.

Kita juga membuka lagi, kata dia, untuk prodi teknik sampai seminggu dan berakhir sampai 31 Januari 2017 besuk. “Kami sampaikan, mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah kami dan saudara semua dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, nilai-nilai keagaman yang akan kita tuangkan nantinya,” lanjut dia.

Selanjutnya, kata dia, kenapa sih tes ini kita lakukan tahap demi tahap, padahal UNU Pekalongan belum lahir. “UNU-nya belum lahir dan masih dalam kandungan dan masih kita periksakan di Jakarta. Saya ini bolak-balik ke Jakarta mengurus pendirian UNU, tadi malam saya juga baru datang dari Jakarta. Tapi saya juga sudah diundang di Jakarta untuk seminar perguruan tinggi se Indonesia, padahal UNU belum lahir. Kami juga sebulan yang lalu, diminta mengirimkan lima dosen, padahal dosennya belum ada,” beber Kiai Muslikh.

Mudah-mudahan ini, kata dia, menjadi sinyal bahwa UNU Pekalongan akan semakin baik. “Di Jam’iyah Nahdlatul Ulama Pekalongan ini, perlu kami sampaikan bahwa kami sebelumnya juga sudah mengelola UT, kami juga dapat hibah dari Politeknik Batik Pekalongan, ini sudah berjalan. Tapi saya menginginkan UNU, makanya kami membutuhkan SDM dengan menjaringan dosen sebanyak-banyaknya, yang diseleksi tahap demi tahap agar memiliki nilai akademik yang bagus, profesionalitas dan kompetensi yang memadahi,” tandas dia.

Sebab, kata dia, sekeras apapun usaha kami ini, kalau tidak ada bantuan dari Bapak dan Ibu selaku dosen, tentunya kami akan hampa. “Jadi mohon dimaklumi, kami memang agak berbelit-belit. Sudah berbelit-belit, tidak dikasih makan pula. Jadi mohon maaf, kalau soal makan, bilangnya sama Pak Muhlisin saja,” beber dia.

Pihaknya selaku Ketua PCNU Pekalongan juga menambahkan, bahwa UNU Pekalongan saat ini masih dalam proses perizinan di Kemenristek Dikti. Oleh karena itu, sampai saat ini masih menyiapkan tenaga pendidik yang disiapkan untuk visitasi sebagai salah satu syarat izin operasional dari Kemenristek Dikti.

Ia juga mengatakan, salah satu syarat pendirian UNU adalah menjaring dosen. “UNU Pekalongan saat ini masih dalam proses. Mudah-mudahan tidak panjang. Rasionalitasnya, Bapak dan Ibu nanti setelah lolos juga masih menunggu dapat izin dari Dikti. Kalau UNU hadir dulu, itu tidak mungkin. Cari dosen, baru bisa hadir karena menjadi syarat pendirian,” imbuh dia.

Jadi nanti, katanya, kalau Bapak dan Ibu kami undang visitasi juga harus siap dan hadir di sini. “Betul apa tidak ini ada orangnya, kami tidak menginginkan universitas yang ‘abal-abal’. Maksudnya ‘abal-abal’ itu bagaimana, ijazahnya beli. Di Jakarta itu banyak, jadi ketika pencarian dosen seolah-olah siap. Tapi begitu visitasi, orangnya tidak ada, kita ini tidak mau yang demikian. Nanti kalau ada undangan visitasi, Bapak dan Ibu harus siap. Jadi, Bapak dan Ibu positif thinking saja dengan kami karena kami juga serius. Karena tugas kami kan menyampaikan kabar baik dan kurang baik yaitu Basirau wanadira, makanya ini saya sampaikan di awal,” jelasnya.

Jadi, kata dia, tahapannya memang seperti itu. “Saya yakin, insyaallah lah, izinnya keluar tidak akan lama. Walaupun ada yang mengatakan, proses perizinan perguruan tinggi itu ada yang satu tahun, dua tahun, bahkan ada yang hilang tidak jelas. Ini juga bocoran dari Kemenristek Dikti, karena banyak teman-teman PBNU yang kerja di sana. Mudah-mudahan UNU Pekalongan izinnya segera keluar dan lancar, amin,” papar dia sekaligus membuka tes micro teaching tersebut.

Sementara itu, panitia juga mengumumkan, bahwa pengumuman seleksi tahap terakhir tersebut akan diumumkan pada 28 Februari 2017 mendatang. Sampai 31 Januari 2017, UNU Pekalongan juga membuka kembali lowongan dosen untuk Prodi Teknik Mesin Otomotif, Teknik Informatika, Teknik Produk dan Perawatan, Teknik Otomasi Industri dan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah.

Sementara it, dalam pengarahannya, Ketua Tim Seleksi Penerimaan Dosen UNU Pekalongan, Dr H Muhlisin, MAg, mengatakan bahwa peserta yang lolos dalam seleksi micro teaching adalah mereka yang lolos tahap administrasi dan tes tertulis. “Hari ini adalah tes micro teaching, di mana Anda semua nanti diminta untuk mengeksplorasi, seluruh kompetensi yang dimiliki, melalui uraian tertulis maupun paparan secara transformatif di kelas. Uraian tertulis, kemarin Anda sudah diberi tahu untuk membuat Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP),” beber dia di gedung PCNU Pekalongan Jalan Karangdowo Nomor 9 Kedungwuni, Pekalongan tersebut.

Silabus adalah, kata dia, gambaran umum, potret tentang rentetan kompetensi yang akan disampaikan dalam sebuah mata kuliah dan itu berlangsung untuk satu semester. “Sedangkan SAP adalah salah satu pokok kajian, atau kompetensi dasar yang akan disampaikan dalam sebuah pertemuan perkuliahan,” ujar Muhlisin yang juga Direktur Program Pascasarjana IAIN Pekalongan tersebut.

Oleh karena itu, kata dia, Anda nanti bertugas untuk mengeksplorasikan tentang satu standar atau kompetensi atau satu SAP yang itu menjadi salah satu dari kumpulan SAP dari seluruh Silabus. “Jadi kalau dalam Silabus itu ada sepuluh pokok bahasan, maka itu ada 10 pertemuan. Dan Anda cukup mengeksplorasi satu pokok bahasan,” lanjut dia di hadapan puluhan cados tersebut.

Ia juga menandaskan, bahwa penilaian SAP dan Silabus yang dirancang calon dosen UNU Pekalongan diberi nilai 40 persen. “Sementara pembelajaran dan praktik micro teaching diberi nilai 60 persen. Itu sudah menjadi kelaziman dalam seleksi di perguruan tinggi yang bereputasi. Jadi kita ini menggunakan tradisi-tradisi dari perguruan tinggi yang bereputasi. Sehingga, Anda betul-betul harus menyiapkan diri,” beber dia.

Dalam teknis micro teaching, Muhlisin membeberkan tiap prodi disendirikan. Artinya, tiap calon dosen di tiap prodi melakukan praktik di tiap-tiap prodi yang diuji oleh dua tim penguji dan mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT). Pihaknya juga menjelaskan, tim penguji diambil dari Undip, IAIN Pekalongan dan dari Purwokerto dan sejumlah perguruan tinggi lain yang sesuai dengan latar belakang keilmuwan. [dutaislam.com/ibda].

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini