Kamis, 26 Januari 2017

Keranjingan Dapat Dukungan Kiai NU, Sikap Menghargai Imam Besar Diprovokasi Sebagai Bai'at


DutaIslam.Com - Media-media wahabi dan media Islam pendukung gerakan 212 dan 411 heboh sendiri karena senang ada tokoh NU sepuh bernama KH Syukron Makmun berbaiat kepada Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Bahkan sampai senangnya ada tokoh NU berbaiat, mereka lupa klarifikasi.

Video pembaiatan itu sudah beredar di internet. Baiat diberitakan, untuk apa? Kata salah satu Netizen NU, itu jelas propaganda. Dalam tradisi ahlussunnah wal jamaah, baiat kepada selaian mursyid thariqah tidak memiliki makna apa-apa, "baiat itu risikonya dunia-akhirat," jelas Cak Riadi, tokoh muda NU Jawatimur, Rabu (25/01/2017).

Cak Riadi menegsakan, mereka yang bersimpang dengan jalan NU akan tetap tak memberikan pengaruh pada jam'iyah para ulama pesantren, nahdliyyin. "NU pada intinya akan tetap jalan pada relnya dengan kondisi yang terus berjalan sesuai ruang dan waktu," papar Riadi.

Kalau hanya melakukan baiat atau mengakui sebagai pemimpin, misalnya presiden, hal itu tidak akan memiliki dampak ukhrowi, hanya masalah kesetiaan duniawi. Karena itulah, di kalangan nahdliyyin, baiat kepada Habib Rizeq adalah baiat semu, tidak berbobot, kosong akidah, bahkan bisa menjerumuskan diri pada kamuflase pendirian khilafah islamiyah.

KH Faiz Syukron, atau Gus Fais, putra Kiai Syukron memberikan keterangan kalau abahnya tersebut hanya menghargai Habib Rizieq sebagai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), "tetapi oleh yang hadir di acara dirubah menjadi Imam Besar Umat Islam," terang Gus Faiz via WhatsApp, Rabu (25/01/2017) malam.

Jawaban putra Kiai Syukron atas baiat abahnya
Berita tentang baiat yang tidak jelas ke mana harus loyal tersebut, bermula dari pernyataan KH Syukron Makmun yang mengatakan, "Dewan Pimpinan Pusat Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada doktor Habib Rizieq Syihab selaku Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang telah mengingatkan kaum muslimin Indonesia untuk senantiasa amar ma'ruf nahi munkar".

Pernyataan kiai sepuh mantan Ketua LDNU yang pernah aktif di Ittihadul Muballighin serta pendiri Partai Daulat Ummat itulah yang dipelitir oleh media Islam radikal pendukung gerakan "membenci Kristen, Cina dan pelaknat amaliyah NU". Hati-hati provokasi! Salam waras! [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini