Senin, 23 Januari 2017

Jleb, Ini Dialog Pencari Nafkah Kepada Pendemo FPI Saat Kepergok Langgar Marka

Ilustrasi
DutaIslam.Com - Jalan lumayan lengang, setelah lampu hijau berganti menyala merah, saya berhenti tepat di depan tiang lampu merah. Karena garis putih pembatasnya sudah tidak telihat, jadi tidak ada patokan jelas di mana saya harus berhenti. 

Selang beberapa detik, ada tiga motor melewati posisi saya, masing-masing sendiri tanpa berboncengan. Mereka semua mengenakan baju koko warna gelap (terlihat dari sembulan di bawah rompi dan jaket). Tampilan celana mereka jauh di atas mata kaki.

Lampu merah masih menyala, beberapa kali mereka mau mencuri-curi kesempatan menerobos, saya maju mendekat ke mereka dan membuka masker saya.

"Assalammualaikum...mau ke Al-Azhar ya pak? Ikut demo?" Mereka menjawab salam saya dengan semangat.

"Walaikumsalam, iya khi, antum mau ke sana juga? Bareng aja khi," saya tersenyum. 

"Nggak, saya mau jihad, cari nafkah, dan maaf, antum semua saya perhatikan melanggar marka jalan, dan berkali-kali mau menerobos lampu merah. Saya Islam, dan barusan saya merasa malu tertampar-tampar oleh perilaku antum. Maksud antum semua mungkin baik, tapi jika hal kecil seperti ini nggak antum perhatikan, coreng semuanya. Maaf sekali lagi".

Lampu menyala hijau, mereka langsung nyelonong tanpa memberi salam pada saya. Semoga Alloh merahmati kalian. [dutaislam.com/ ab]

Keterangan:
Lokasi dialog dan peristiwa ironis di atas terjadi di lampu merah Panglima Polim, Jakarta Selatan, seberang Blok M Plaza, pada Senin (23/01/2017) pukul 09.07 WIB. Nama penulis disimpan redaksi. 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini