Selasa, 03 Januari 2017

Ini yang Terjadi Jika Setiap Cabang NU Punya Minimarket

Minimarket NU di Sleman Jogja
Oleh Hamdani Abdullah

DutaIslam.Com - NU adalah jam'iyyah yang punya jamaah paling banyak di negeri ini dan juga mungkin di dunia. Kalau seius mau bergerak di bidang ekonomi, NU akan menjadi kekuatan besar dan bermanfaat bagi jamaahnya. Umpama NU menggerakkan bisnis jejaring dengan membuka mini market di setiap cabang dan MWC, maka hasilnya akan luar biasa. (Baca: NU Jateng Haramkan Izin Usaha Ritel Modern)

Di Jawa, mulai dari Banten sampe Jatim, jumlah kabupaten dan kota ada 119. Jumlah kecamatan ada 2116. Maka kalau setiap kabupaten dan kota serta kecamatan memiliki pengurus cabang dan kecamatan jumlah keseluruhan di pulau Jawa ini akan ada 2235 kepengurusan. Jika masing-maasing PC dan MWC punya satu saja mini market, NU akan memiliki gerai sejumlah 2235 buah.

Kalau setiap mini market dalam sehari mengumpulkan uang kembalian dari pembeli yang tidak diambil karena nilainya hanya 100 perak atau 200 perak, dengan hitungan transaksi perharinya pada satu minimarket Rp. 10.000, maka setiap hari akan terkumpul uang Rp. 22.350.000. Hitungan pukul rata itu jika dikalikan sebulan ketemu angka Rp. 670.500.000. Setahun jumlahnya bisa mencapai Rp. 8.046.000.000. Dahsyat.

Jelas angka itu sangat fantastis karena dikumpulkan dari uang yang sudah tidak dianggap. Rp. 100 atau Rp. 200. Jumlah itu jauh lebih besar dari sumbangan Hary Tanu ke pesantren-pesantren melalui YPP-nya.


Ini baru bergerak di satu bisnis, coba kalau NU punya banyak bisnis nasional. Maka hasilnya akan luar biasa dan orang akan berusaha menjadi anggota NU karena banyak manfaatnya. Tidak hanya manfaat akhirat, tapi juga manfaat di dunia.

Sekali lagi, ini hanya hayalan dan hanya berharap semoga menjadi kenyataan. Semoga yang di struktural NU tidak hanya mengurusi dan mengembangkan bisnis pribadinya saja, tapi juga mengurusi bagaimana caranya NU ini bisa menjadi organisasi yang punya manfaat besar di dunia dan akhirat.

Yang fakta, NU bukan ormas bisnis memang. Ia adalah ormas sosial keagamaan yang kelak memang diharapkan jadi penopang perdamaian dunia. Tapi tidak ada salahnya jika mimpi di atas jadi kenyataan. Toh semua orang sukses berawal dari mimpi dan impian besar. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

Saran saya yang mengurus bisnis, banom NU saja biar fokus. Struktural NU mending lebih mengurus soal-soal keumatan, perdamaian, kebangsaan.

semoga bisa terwujud kang.

آمين يارب العالمين

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini