Sabtu, 24 Desember 2016

Betulkah Radikal Islam Indonesia Kirim Bantuan Makanan Kelompok Teroris Aleppo?


DutaIslam.Com - Di tengah tragedi Aleppo yang menyayat jiwa kemanusiaan kita, beredar informasi kalau bantuan yang datang ke rakyat Aleppo ternyata ada yang ditujukan bukan ke rakyat sana, melainkan kepada para pelaku teror. Ironisnya, konon bantuan itu datang dari salah satu kelompok Islam radikal di Indonesia. Ini informasi yang beredar secara berantai di media sosial.

-----
Setelah gerombolan teroris Jaysh Al-Islam kabur dari Aleppo, para warga sipil Aleppo menemukan logistik berupa makanan dan minuman yang dikirim dari Indonesia dan ditinggalkan oleh kelompok tersebut. (Baca: Bongkar Kebohongan FPI Seputar Demo 411)

Ternyata logistik itu tidak diperuntukkan bagi warga sipil Aleppo yang kelaparan, melainkan ditujukan untuk mensupport kelompok teror Jaysh Al-Islam. Dari dus atau kotak yang terlihat, logistik tersebut berasal dari IHR (Indonesian Humanitarian Relief), setelah saya lacak ternyata IHR ini dipimpin oleh Bachtiar Nasir yang notabene adalah gurunya Teuku Wisnu sekaligus dedengkot GNPF-MUI.

Dengan menamai kelompoknya dengan nama tapir, yaitu Indonesian Humanitarian Relief tujuannya agar tidak menimbulkan kecurigaan petugas kepabeanan bandara dan pelabuhan sehingga kiriman logistik tersebut bisa leluasa keluar-masuk melewati negara-negara yang dilaluinya dan berakhir jatuh di tangan kelompok psikopat tersebut.
-----

Setelah dilacak Dutaislam.com, ternyata IHR sering mengirim bantuan ke korban konflik Timur Tengah. Pada Kamis, 20 Juni 2016, IHR mengirim bantuan kemanusiaan ke Reihanly, Turki. Terutama kepada korban anak-anak yatim. Sebagaimana ditulis dalam situs bumisyam.com, yang selama ini dikenal sebagai media jaringan ISIS di Indonesia.

Dalam situnya, http://www.ihr.foundation/, IHR tertulis berdiri pada 17 Mei 2016 di Jakarta. "IHR berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan secara berkala dan berkesinambungan sebagai bentuk peran aktif masyarakat Indonesia dalam upaya penganggulangan problem kemanusiaan global," tulis situs tersebut.

Namun, Dutaislam.com menemukan kalau nama  Indonesian Humanitarian Relief ini pada tahun 2009 sudah aktif melakukan amal kemanusiaan di jalur Gaza, sebagaimana pernah diupload oleh Fanpage Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada 16 Januari 2009.

Sayang jika bantuan kemanusiaan yang biasa dijaring IHR melalui donasi ternyata sampai kepada penerima yang tidak berhak, apalagi yang dikirim adalah jaringan teroris. Naudzubillah. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini