Senin, 19 Desember 2016

Babak Baru Akhir Konflik Suriah Dimulai dari Kemerdekaan Aleppo


DutaIslam.Com - Empat tahun lalu, Erdogan yang saat itu masih menjabat sebagai PM Turki, berkoar bahwa dalam beberapa minggu, ia akan sembahyang di Masjid Umayyad, Damaskus, setelah Assad tumbang.

Berbarengan dengan sesumbar Erdogan, mantan PM Israel Ehud Barak, juga memprediksi bahwa Assad akan terguling dalam hitungan minggu.

Lucunya, perancang kebijakan Washington di Timur Tengah, Henry Kissinger dan Zbignew Brzesinski, menolak prediksi Erdogan dan Barak, dengan mengakui bahwa Bashar Assad, memiliki lebih banyak dukungan rakyat ketimbang semua kubu oposisi yang beraneka-nama digabung jadi satu.

Memang benar, sebagian kecil dari tentara Syria sempat membelot di awal konflik. Namun Syrian Arab Army (SAA) masih sangat kokoh, dan menjaga identitas plural dalam kesatuannya.

Yang menyakitkan dalam narasi Sunni-Syiah ala AS dan sekutunya adalah kenyataan bahwa tentara Syria didominasi oleh penganut Sunni. Dan seperti pernah diungkap dalam wawancara di tanah Syria yang dilakukan oleh Vanessa Beeley, hampir setiap keluarga di Syria memiliki satu orang yang ikut serta bergabung dalam SAA.

Kini, setidaknya setiap keluarga di Syria telah kehilangan salah satu anggota keluarganya yang tewas akibat konflik. Dan jangan salah, banyak dari prajurit SAA yang sedang membebaskan Aleppo, memiliki keluarga yang masih tertahan di Aleppo timur, kala itu.

Menyalahkan personil IRGC asal Iran (yang syiah) dan pasukan Rusia (yang konon komunis) atas kerusakan di Syria adalah penghinaan paling besar pada integritas Syrian Arab Army. Apakah kau pikir mereka tak berakal dan tak bermoral, seperti halnya Daesh dan al-Qaeda?

FYI, Iran dan Rusia, diundang secara resmi oleh pemerintah Syria yang sah untuk membantu mereka melawan gerombolan 'jihadis' bayaran internasional. Assad, sebagai pimpinan pemerintahan ini, dipilih oleh 80% penduduk Syria, dalam pemilu yang dipelototi wakil-wakil dari berbagai negara.

Syiah jadi target propaganda dalam dekade ini. Ditambah dengan bumbu kebencian yang telah lama ditebar Bani Saud dalam narasi-narasi berbungkus dinarnya ke seluruh dunia, perdebatan atas tuduhan tanpa bukti ini selalu diakhiri dengan kata 'pokoknya'.

AS dan sekutunya sedang berusaha mengkondisikan persepsi publik seperti waktu mereka hendak menginvasi Iraq, 2003 lalu. Dulu, isu Sunni-Syiah tak bisa dijalankan di Iraq karena mayoritas penduduk Iraq adalah syiah. Maka mereka beralih ke kisah fiktif yang lain, Weapon of Mass Destruction (WMD), yang kini masih gaib.

Foto saat merebut Aleppo dengan paksa
Foto di atas, dengan bangga dipamerkan kubu 'mujahidin' saat mereka merebut Aleppo dengan paksa empat tahun lalu. Dengan prosesi pengiriman 'mujahidin' yang kalah dari Aleppo ke Idlib yang disiarkan live, masihkah sulit untuk mencernanya? [dutaislam.com/ ab]

Source: diolah dari tulisan Helmy Aditya.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini