Senin, 12 Desember 2016

Adzan Bilal Membuat Sahabat Histeris Merindu Rasulullah

adzan bilal bin rabah

DutaIslam.Com - Setelah Rasulullah wafat, sahabat Bilal bin Rabah meminta izin kepada khalifah Abu Bakar untuk meninggalkan Kota Madinah. Ia mendapatkan izin tersebut dari Abu Bakar.

Sebelum meninggalkan Madinah, ia menatap dalam-dalam Kota Madinah, mengenang untuk terakhir kalinya ia bersama Rasulullah dalam suka dan duka di sana.

Bilal menetap bersama keluarganya di Syria. Kenangan Bilal bersama Rasulullan di Madinah sungguh tak bisa dilupakan, walau ia telah sekian lama menetap di Syria. Ia sangat rindu kepada Rasul.

Satu hari, Rasulullah muncul di dalam mimpi Bilal, "wahai Bilal, sungguh keras hatimu, kenapa engkau tidak pernah menziarahi aku?".

Bilal akhirnya bangun dari tidurnya dengan deraian air mata hingga seluruh keluarganya juga ikut terbangun. Ia menceritakan kepada keluarga tentang apa yang dilihat dalam mimpinya semalam. Saran mereka, Bilal harus segera menziarahi makam Rasulullah.

Dalam perjalanan menuju Madinah, air mata Bilal tidak berhenti mengalir. Ingin segera sempai, ia hampir tidak sempat istirahat dari perjalanan jarak jauhnya itu, ke makam Rasulullah.

Setelah beberapa hari perjalanan, Bilal akhirnya sampai di makam Rasulullah, "Asalamualaika ya Rasulullah," Bilal mengucapkan salam, sementara itu, air matanya terus saja tak berhenti mengalir.

Dari belakang, tiba-tiba Amirul Mukminin Sayyidina Abu Bakar memeluk Bilal untuk menenangkan dirinya. Untuk sementara waktu, Bilal mendapatkan ketenangan batin di sisi Abu Bakar.

"Bilal, karena kamu sudah berada di sini, kumandangkanlah Adzan untuk kami," rayu Amirul Mukminin, Abu Bakar.

"Tidak, wahai Amirul Mukminin," jawab Bilal.

"Kumandangkanlah adzan, kami rindu suara kamu," pinta Sayyidina Umar, Bilal tetap menggelengkan kepala, belum mau.

Datanglah kemudian dua cucu kesayangan Rasulullah, Hasan dan Husain,"Pak dhe Bilal, kumandangkanlah adzan sebagaimana pak dhe lakukan dulu di masa kakek kami masih ada," kata mereka.

Kedua cucu kesayangan Rasulullah itu lantas dipeluk dan dicium Bilal. "Tadi aku baru menolak permintaan khalifah dan permintaan Sayyidina Umar. Tapi kini aku takut menolak permintaan kamu berdua, aku takut nanti Rasulullah akan menolak permintaanku," katanya kepada Hasan dan Husain.

Akhirnya, Bilal naik ke atas menara. Dari menara itu, ia telusuri satu persatu tempat kenangan bersama Rasulullah sambil air matanya mengalir tanpa henti.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," Bilal memulai adzan. Seluruh penduduk Kota Madinah terdiam mendengar alunan suara adzan tersebut. Penduduk terkejut.

"Asyhadu ala ila haa illallah," lanjut adzan Bilal.

"A bu'itsa Rasulullah? Apakah Rasulullah dibangkitkan?" Pertanyaan itu membisik di antara para penduduk Madinah yang mendengarkan adzan yang hanya didengar di masa Rasul itu.

"Asyhadu ala ila haa illallah".

Kalimat syahadat itu penduduk Kota Madinah kian menagis pilu. Mereka terkenang saat bersama Rasulullah. Sayyidina Abu Bakar, Umar dan penduduk madinah menitiskan air mata kerinduan pada suara agung di zaman Rasul masih ada.

"Asyhadu anna Muhammad Rasulullah".

Setelah kalimat di atas, Bilal tersungkur, tidak dapat meneruskan adzannya lagi, "mengapa Bilal?" Abu Bakar dan Umar bertanya-tanya.

"Waktu tengah adzan tadi, aku menyebut nama kekasihku, aku teringat kenangan saat Rasulullah keluar dari rumah untuk sholat berjemaah bersama kita. Aku rindu Rasulullah. Aku rindu Rasulullah. Aku rindu Rasulullah," ucap Bilal terbata-bata.

Para sahabat dan penduduk Kota Madinah seperti melihat kembali Rasulullah saat muaddzin kesayangan Nabi itu pulang ke Kota Madinah. Kerinduan mereka kepada Junjungan Besar Nabi Agung Muhammad Saw makin menjadi-jadi.

Samakah kita Rindu kita kepada Rasulullah, sebagaiman rindunya sahabat Bilal? Menangislah seperti tangis para sahabat itu, agar kerinduan kita pada Rasulullah terobati. Mabruk Milad Said ya Rasul. Kami rindu padamu. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini