Kamis, 03 November 2016

Ucapan Gus Dur yang Terbukti Nyata Dijanjikan Kepada Luhut Binsar Pandjaitan

foto haul gus dur ke 6 bersama luhutr binsar

DutaIslam.Com - Pada Desember 2015, di markas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, digelar acara haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Acara haul itu sendiri bertajuk, "Menghadirkan Kembali Spirit Gus Dur".

Kebetulan saya hadir di acara tersebut karena diperintahkan kantor tempat saya bekerja, sebuah media cetak harian untuk meliputnya. Di acara itu, salah satu yang jadi pembicara adalah Jenderal Purnawirawan TNI Luhut Binsar Pandjaitan.

Saat itu, Luhut masih menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam). Sekarang setelah reshuffle, Luhut menjabat sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli. Di acara itu, Luhut mengisahkan kenangannya bersama Gus Dur.

Kata Luhut ada sebuah kisah bersama Gus Dur yang hingga kini tak pernah ia lupakan. Saat itu, ia hendak berangkat ke Singapura untuk jadi Duta Besar setelah ditunjuk Presiden Habibie.

Waktu itu, kata Luhut, sudah masuk bulan puasa. Satu hari, menjelang dia berangkat, Gus Dur mengundangnya untuk buka puasa bersama. Di acara buka bersama itu, ia ngobrol santai dengan Gus Dur. Dalam obrolan santai itulah, Gus Dur mengatakan pada Luhut, agar tak usah berangkat ke Singapura.

Gus Dur ketika itu mengatakan kalau ia mendapat bisikan, sebentar lagi dia jadi Presiden. Luhut membatalkan keberangkatannya ke Singapura. Kata Gus Dur, kalau sudah jadi Presiden, ia akan angkat Luhut jadi Kasad. Luhut saat itu memang masih tentara aktif. Pangkatnya Letnan Jenderal (Letjen).

Mendengar ucapan Gus Dur, Luhut mesem-mesem saja. Ia bahkan menganggap Gus Dur sedang ngigau. Ia pun kemudian berangkat ke Singapura menunaikan tugas barunya sebagai Dubes. Oleh Habibie, Luhut diberi misi untuk meyakinkan kaum Tionghoa bahwa Indonesia aman. Pemerintah memberi jaminan. Ketika itu memang pasca kerusahan Mei 1998, banyak etnis Tionghoa yang eksodus ke Singapura.

Ketika jadi Dubes, kedutaan menggelar sebuah seminar. Salah satu yang diundang, kata Luhut, adalah Gus Dur. Ia bahkan mengongkosi sendiri biaya keberangkatan Gus Dur ke Singapura. Yang hadir di seminar adalah para pengusaha etnis Tionghoa.

Di seminar itu pula Gus Dur kembali mengulang ucapannya, bahwa dirinya sebentar lagi akan jadi Presiden RI. Gus Dur juga mengatakan kalau sudah jadi Presiden, Luhut akan ditarik ke Jakarta untuk membantunya. Kata Gus Dur, Luhut  akan dijadikan Kasad.

Tentu saja mendengar itu Luhut belingsatan. Sebab, Gus Dur mengucapkan itu dalam pertemuan yang dihadiri banyak orang. Luhut mengaku, ketika itu ia merasa serba salah. "Lemes saya. Semua menyalami saya," kata Luhut di acara haul ke-6 Gus Dur. Setelah itu, Gus Dur pulang ke Jakarta.

Luhut sendiri menyaksikan detik-detik Gus Dur jadi Presiden lewat layar televisi. Saat itu, ia masih jadi Duta Besar. Luhut benar-benar kaget, ketika nama Gus Dur muncul bersama Megawati sebagai calon Presiden. Ia makin tak percaya, ketika dalam pemilihan di MPR, Gus Dur unggul. Ia betul-betul tidak percaya. Apa yang diucapkan Gus Dur ternyata terbukti.

"Lho, Gus Dur namanya menang suaranya. Gus Dur Presiden Indonesia, saya enggak percaya," kata Luhut.

Karena belum percaya, ia langsung menelpon Alwi Shihab. Lewat telepon, Alwi membenarkan jika Gus Dur sudah terpilih jadi Presiden. Ia pun kemudian disambungkan dengan Gus Dur. Gus Dur kembali mengulang janjinya menarik Luhut dari Singapura.

Kelak, ketika Gus Dur jadi Presiden, mantan Ketua PBNU itu  membuktikan janjinya. Gus Dur menarik Luhut dari Singapura. Tapi bukan posisi Kasad seperti yang pernah dijanjikan Gus Dur. Luhut justru diangkat Gus Dur jadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian. Tapi oleh Gus Dur pula pangkat Luhut dinaikan dari bintang tiga menjadi jenderal bintang empat. [dutaislam.com/ ab]

Dikirim oleh Agus Supriyatna, tinggal Depok, Jawa Barat
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini