Minggu, 06 November 2016

Bongkar Habis Target Media Singapura Dibalik Kepentingan Demo 4 Nov


DutaIslam.Com -  Pernahkah Anda mencermati setiap ada kejadian demo berbasis massa besar, media asing negara jiran meliputnya sebelum peristiwa terjadi dan ada beberapa yang lebih detail mengetahui pernik-pernik demonstran baik dari penggambaran ideologis ataupun politis versi negara tersebut.

Hal ini menarik untuk dicermati agar Anda faham akan assymetric media war (perang media asimetris) di sekitar kita. Jika Anda tahu, teka-teki media Singapura yang begitu gencar menjadi bagian assymetric media warfare pada aksi demo 4 November 2016 kemarin, akan mudah terjawab.

Demo yang diberi judul penistaan agama bagi sebagian orang Islam yang kemarin panas-panasan adalah li i'la'i kalimatillah. Bagi penggembira, ia mendapat uang saku variatif dari mulai gomban (50 ribu), cepekgo (150 ribu) sampai nopekgo (250 ribu). Sementara, bagi pejabat korup dan orang kaya, yang terindikasi money laudering, demo bagi mereka adalah mukjizat yang melindungi dirinya tanpa harus kesulitan.


Bagi pemerintahan Singapura, itu adalah perjuangan agar uang dan asset Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp. 4.000.000.000.000.000 (empat ribu triliun, setara hutang luar negeri RI) yang disimpan di sana tidak ditarik, yang, jika hal tersebut terjadi, maka Singapura bakalan defisit kira-kira seperti Yunani.

Tentu Singapura tidak terima risiko itu terjadi, sehingga dalam program Tax Amnesty, Singapura telah main mata dengan nasabah WNI untuk tidak menarik uang mereka dari negara itu. Sebagai gantinya, nasabah WNRI yang disimpan di sana dibantu untuk mengikuti "program declare" (mencatatkan uang mereka yang disimpan di Singapura ke pemerintah RI tanpa harus menarik asetnya ke dalam negeri)

Sebagai ganti atas bujukan itu, Singapura akan memberikan bunga 4% pada pemerintah RI tanpa membebani nasabah WNI dan tanpa meingikuti program Tax Amnesty. Dalam hal ini, Singapura mengulur waktu selama mungkin agar uang WNI tetap berada di sana sambil berusaha sekuat mungkin untuk membuktikan dan memberikan pemahaman kepada nasabah WNI bahwa Indonesia bukan tempat yang aman untuk menyimpan uang WNI.

Jadi, jelas bahwa perjuangan untuk menumbangkan penista agama telah di gunakan/ditunggangi oleh asing (bukan hanya Singapura, tapi masih ada Swiss, Amerika, Jepang, dll) untuk membuat Indonesia gaduh, sehingga program Tax Amnesty gagal total, pemerintahan sah tumbang lalu Indonesia dijadikan bancakan oleh kapitalis blok Barat maupun blok Timur.


Dan bukan kebetulan pula, orang-orang yang terlibat dalam ritual demo 4 November tersebut mengaku juga mendapat bantuan dari Qatar, negeri sponsor dan donatur utama konflik Libya 2011-2012 dan Syria 2012-2015. Qatar adalah negara GCC yang pernah dimintai tolong menlu Israel Tzipi Livni untuk membantu Pemilu 2011 di Israel sendiri.

Qatar juga menjadi negara markas IM sampai periode 2013 Agustus dan juga markas TV Aljazeera yang per 2009 dibeli oleh Stephen Cohen aka Foxnews dan juga menjadi alat pemberitaan IM beserta pseudo Arab Spring dengan berita terfabrikasi komparatif dengan berita lokal Middle East.

Ternyata kapitalis juga memanfaatkan efek pemberitaan Area 51. Keren ya? Ternyata bukan cuma orang baik saja yang membaca Al-Quran. Dari dulu pun Iblis juga baca Qur'an. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

Ulasan yang sangat berharga buat kita warga indonesia.jadi tahu

terima kasih pencerahannya

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini