Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Kisah Rasul Menyuapi Yahudi Buta yang Membencinya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Senin, 24 Oktober 2016
    A- A+

    DutaIslam.Com - Pribadi rasul itu sungguh luar biasa. Tidak pernah sedikitpun merasa sakit hati, apalagi ingin "membalas" semua perilaku musuh-musuhnya. Setiap kali digunjing, difitnah, dan diserang sekalipun. Beliau bisa memaafkan dan menunjukkan pribadi yang tetap santun; tersenyum, menyapa, mendo'akan, dan bahkan membantunya. 

    Bukankah kita mendengar sejarah, bagaimana keagungan etika rasul dengan seorang pengemis Yahudi buta di sudut pasar Madinah al-Munawwarah itu? Setiap pagi dibawakan makanan dan disuapinya. Penuh rasa kemanusiaan. Toleransi tanpa kepentingan.

    Sayangnya, Yahudi tua itu tidak tahu, bahwa yg selalu menyuapi nya adalah Rasulullah. Meskipun dia selalu menfitnah dan "ngelek-ngelek" rasul, tetap saja rasulullah bersikap baik. Sebab, kebaikan rasul itu murni dan tidak dibuat-buat.

    Wajarlah, meskipun disakiti seperti itu, Rasulullah tetap dengan lembut menyuapi Yahudi tua yang buta itu. Seandainya itu kita, mungkin kita tidak tahan, bukan? Meskipun kita tahu, pasti saja ada manusia khusus yang bisa meniru akhlak Rasulullah, yaitu mereka yang sudah pada derajat "al-Arif Billah". 

    Setelah rasulullah wafat, pengemis Yahudi itu merasa ada yang aneh. Sudah tidak ada lagi seseorang yang mendatangi dan menyuapinya. Hingga akhirnya, sahabat Abu Bakar, mengganti posisi rasulullah. Tetapi, tetap saja ada yang berbeda dengan rasulullah yang begitu lembut dan sabar menyuapi Yahudi itu. 

    Setelah ditanya, tentu saja Abu Bakar bercerita apa adanya. Setelah mendengar cerita dari Abu Bakar, betapa terkejutnya Yahudi tua itu. Seperti biasanya, penyesalan itu datang diakhir. Dia menyesal dan ingin minta maaf. Sayang, Rasulullah sudah wafat. Maka, seketika itu pula dia bersyahadat di depan Abu Bakar.

    Mari contoh akhlak Rasulullah. Suri tauladan kita. Yang bisa menghormati dan memaafkan kesalahan orang lain. Meskipun kepada non-muslim. Kalau Anda suka marah-marah, bahkan ingin membunuh segala, siapa sebenarnya Nabi Anda? [dutaislam.com/ ditulis arif bin ahmad]

    Rubrik:

    nubuwat
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: