Selasa, 16 Agustus 2016

Episode Baru Erdogan Kembali ke Pangkuan Rusia


DutaIslam.Com - Amerika Serikat sekitar dua bulan lalu menetapkan kebijakan penjagaan keamanan teritori Timur Tengah dan Israel serta memerintahkan Erdogan dan Raja Saudi sebagai sekutu dekatnya untuk menjalankan kebijakan itu. 

Turki pun menyongsongnya dengan segera membuka lembaran baru hubungan baiknya dengan Israel, dua hari setelah Putera Mahkota Arab Saudi bertemu dengan Netanyahu.

Selang beberapa hari, tiba-tiba Turki dihebohkan dengan kudeta gagal dan serta merta Erdogan menunjuk seteru lamanya, Ghulen, sebagai biang kerok kudeta itu serta membersihkan jaringan komunitas keagamaan Ghulen.

Turki agak mereda, Erdogan menyatakan akan membangun hubungan baik dengan Iran dan Rusia serta memberikan jaminan kehidupan bernegara yang baik bagi Syuriah. Pertemuan Erdogan dan Putin pun memberikan penegas komitmen, sementara Turki buru-buru menutup perbatasan dengan Syuriah serta jaringan berita Al Jazeera memberitakan 3.000 pasukan ISIS tewas.

Timur Tengah seolah dikondisikan secara instan menjadi damai, bak pahlawan perang yang ditinggal mundur pasukan-pasukan perang dan persenjataannya. Turki, Arab Saudi, ISIS, Al Qaeda, Amerika Serikat dan NATO nya, pejuang partikelir, Syuriah, dan banyak kekuatan asingnya seolah mengkosongkan hingar bingar perang.

Lantas mereka, pasukan yang bergerak atas nama isu politik yang membungkus ekonomi, itu berangsek pindah?

Tiba-tiba terdengar berita, kemarin, sebuah berita yang belum terkonfirmasi, Rusia yang menjadi sekondan China, merelease berita telah membangun kembali pangkalan militernya di Vietnam!

Huh! Bukan kabar menarik bila kita memprediksi para pasukan paska Timur Tengah itu akan begejekan di halaman rumah tetangga negeri kita, yang hmmm, bisa jadi memporakporandakan negeri kita juga! [dutaislam.com/ ab]

Source: KBAswaja
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini