Selasa, 19 Juli 2016

Pusara Konflik Negara Satelit dan Layar Pertahanan Islam Nusantara

Oleh Cak Usma

DutaIslam.Com - Coba kita tengok bersama, negara-negara mayoritas Islam yang masih berjaya sebagai wakil-wakil peradaban Islam yang belakangan ini disorot karena beragam dekadensi dan kejahatan dalam peperangan yang tak kunjung kelar sejak dua dasawarsa yang lalu. Lantas dari negara-negara itu coba dipetakan mayoritas sekte agama Islam yang dianut pemerintahnya dan pola perjuangan serta pengkutuban atas blok Amerika (+ Israel) dan Rusia (+ China).

Kita akan menemukan deretan itu setidaknya, Iran yang Syiah yang berkolaborasi dengan Rusia, Arab Saudi yang Wahabbi yang berkolaborasi dengan Amerika, serta Turki yang sekuler relijius atau relijius sekuler yang juga berkolaborasi dengan Amerika. Ketika negara ini, yaitu Iran, Arab Saudi, dan Turki adalah negara-negara menengah-maju yang menjadi negara-negara satelit utama negara center Amerika dan Rusia. 

Mereka bertempur, memporak porandakan, dan menghancurkan negara-negara sekelilingnya dengan alasan yang bisa dibuat-buat ataupun menerjunkan pasukan liar semacam ISIS dan puluhan kelompok liar dengan jubah-jubah Islam, yang mana di bagian akhirnya adalah penguasaan hasil-hasil bumi dan hegemoni kekayaan lainnya dari negara-negara yang telah dikuasi tersebut.

Belakangan ini sudah jelas Amerika dan Israel telah menetapkan bandul gravitasi politik, ekonomi, militernya ke Asia Tenggara, ya Asia Tenggara, yang sebagian negara memiliki hubungan baik bahkan menjadi negara satelit bagi negara center Amerika, sementara China sedang membuka kutub konflik dengan bantuan negara jauhnya Rusia. Amerika telah memaksa negara center utamanya, yaitu Turki dan Arab Saudi untuk berbaikan dengan Israel, dan menjaga keamanan wilayah seputarnya, membacanya jelas bahwa Turki dan Arab Saudi memiliki tugas penting untuk memberikan rasa aman bagi Israel.

Sementara di Asia Tenggara, Indonesia, negara yang memiliki prospek sangat bagus, dengan tak terhingga nilai kekayaannya, dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, sedang tengel-tengel, mulai muncul menuju negara menengah-maju dari negara berkembang. 

Indonesia juga memiliki tantangan internal sendiri, sementara juga memberikan upaya bagi ketentraman dan kedamaian peradaban Islam, dengan jargon kampanye dakwahnya yang disebut Islam Nusantara, agar dapat dicopy-paste di negara-negara mayoritas berpenduduk Islam yang sedang terlanda konflik dan hancur lebur akibat pertarungan hegemoni di atas.

Islam Nusantara sebagai jargon yang baru diluncurkan adalah sebuah upaya yang masih belum begitu berhasil, lantas tiba-tiba disentil dengan pernyataan pergeseran gravitasi ke Asia Tenggara, tentu menjadi sebuah tantangan bagi Islam Nusantara itu sendiri yang berada di bawah kebijakan politik luar negeri Indonesia, yaitu Bebas dan Aktif serta netral dengan tidak menjadi negara satelit dari negara center Amerika maupun Rusia.

Lantas dari sini, Islam Nusantara masih memerlukan penguatan-penguatan yang cepat, taktis, dan mengakar dengan baik, yang secara paralel memerlukan layar untuk menghindari serbuan langsung ataupun tidak langsung dari upaya penggeseran gravitasi di atas. 

Maka, ketiga negara di atas, yang juga sebagai negara satelit Amerika atau Rusia, bisa jadi menjadi layar sementara untuk memberikan peluang Islam Nusantara melakukan penguatan. Lantas dari ketiganya, saya kira, secara pribadi, Turki adalah kekuatan yang paling aman, setidaknya mereka sekuler relijius yang mirip-mirip Indonesia, setidaknya mereka memiliki tokoh-tokoh agamawan yang merata dengan pedoman ilmu tasawuf yang kental, sesuatu kekuatan biru yang sangat-sangat bisa diharapkan.

Akhirnya, tak perlu gusar dengan gegap gempita fans Turki dan Erdogan, yang kadang kelewatan, tetaplah fokus untuk memperkuat Islam Nusantara untuk dapat menerobos menjadi teladan bagi panggung peradaban Islam dan dunia! Semoga Allah merahmati. Salam Islam Nusantara! Salam Indonesia Mercusuar Dunia! [dutaislam.com/ ab]

Source: KBAswaja
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini