Kamis, 07 Juli 2016

Imam Menghadap Jama'ah Setelah Shalat


Oleh Ma'ruf Khozin

DutaIslam.Com - Setiap selesai salat, kiai-kiai pesantren kita menghadap ke arah utara saat dzikir setelah salat. Sementara ada sebagian yang langsung menghadap ke arah jamaah. Kedua cara ini sama-sama dibenarkan.

ﻋﻦ اﻟﺒﺮاء، ﻗﺎﻝ: ﻛﻨﺎ ﺇﺫا ﺻﻠﻴﻨﺎ ﺧﻠﻒ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺃﺣﺒﺒﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﻜﻮﻥ ﻋﻦ ﻳﻤﻴﻨﻪ، ﻳﻘﺒﻞ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﻮﺟﻬﻪ

Barra' berkata bahwa jika kami salat di belakang Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama, kami senang ada di sebelah kanan beliau, karena beliau menghadap ke arah kami (HR Muslim)

Hadist ini mengisyaratkan selesai salat menghadap ke arah utara dan hanya dilihat oleh jamaah salat yang posisinya di kanan imam, sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Syamsul Haq al-Adzim:

ﻭﻗﻴﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻳﻘﺒﻞ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻋﻨﺪ اﻻﻧﺼﺮاﻑ

Ada yang mengatakan bahwa maksud hadist adalah Rasulullah menghadap kepada kami selesai salat (Aun al-Ma'bud 2/227)

Sementara menurut Imam Al-Nawawi menghadap ke arah jamaah:

ﻷﻥ ﻋﺎﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺫا اﻧﺼﺮﻑ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻘﺒﻞ ﺟﻤﻴﻌﻬﻢ ﺑﻮﺟﻬﻪ

Kebiasaan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama jika selesai salat maka menghadap kepada mereka keseluruhan dengan wajahnya (Syarah Muslim 5/221) [dutaislam.com/ ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini