Selasa, 14 Juni 2016

Malaikat Kubur Bertanya, Agamamu Apa? Islam Nusantara!

agama islam nusantara

DutaIslam.Com - Saat ngaji dalam peringatan tujuh hari meninggalnya Mursyid Thariqoh sekaligus Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso Pasuruan, KH Dimyati Romli, Senin (23/5/2016), Dr KH Mustain Syafiie mengatakan bahwa maut tak bisa ditolak.

"Tidak diundang pun, kematian pasti datang,’’ kata pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng ini.
Hal itu berbeda dengan yang lain. ’’Kalau selain kematian, masio dipasangi spanduk durung mesti teko. Masio kuntul dibarisno sak Jawa Timur, yo durung mesti teko,’’ ucap mantan anggota DPR RI ini disambut tawa ribuan jamaah yang hadir.

Di Cina, kata Kiai Mustain, ada terapi kematian. Orang hidup dipacaki seperti orang mati. Lalu dimasukkan peti mati. Kemudian diuneni dengan bahasa-bahasa psikologi. ’’Terapi mati seperti ini berhasil membuat orang-orang yang brengsek jadi baik. Orang yang brengsek seperti apapun, ikut terapi ini akhirnya berubah jadi baik. Tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen,’’ jelasnya.

Hal itu membuktikan kebenaran hadits Nabi Muhammad SAW, kafa bil mauti waidhon/ cukuplah kematian sebagai nasehat. ’’Kita orang Islam hafal itu, tapi tidak di-elmuni. Justru yang ngelmuni adanya di Cina. Saya kira toriqah mampu membuat kurikulum seperti itu,’’ paparnya.

"Apalagi pertanyaan malaikat Munkar Nakir sudah lama bocor," tambahnya kembali disambut ger-geran. Pertanyaan di kubur yang pertama, siapa Tuhanmu. Kedua, siapa nabimu. Ketiga, apa agamamu. 

"Kiro-kiro pertanyaan ini yang nanti bikin masalah. Sebab ketika ditanya apa agamamu, ada yang jawab, agama saya Islam Nusantara," ucapnya kembali disambut ger-geran. ’’Jawabe malaikat, Koen melok Mukmatar nang Jombang yo kok jawab Islam Nusantara,’’ lanjut Kiai Mustain yang kembali disambut ger-geran.

Profesor Eimer di Amerika, kata Kiai Mustain, pernah meneliti 500 orang yang mati suri. "Orang yang mati suri itu disuruh menceritakan apa yang dialami selama mati. Ternyata ada tiga jawaban yang disampaikan oleh hampir seluruhnya," kata Kiai Mustain.

Pertama, orang yang mati suri itu merasa dibawa oleh makhluk cahaya memasuki lorong. "Makhluk cahaya. Mungkin ini istilah mereka untuk mendefinisikan malaikat. Sebab malaikat diciptakan dari nur/cahaya," jelasnya.


Kedua, mereka ditunjukkan rekaman perbuatan mereka selama hidup di dunia. "Mereka melihat tayangan semua hal yang dilakukan. Ini sudah disebutkan dalam QS An Nazi'at. Yauma yatadzakkarul insanu ma sa’a. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (QS An Naziat 35)," jelasnya.

Ketiga, orang-orang yang mati suri itu ternyata semuanya ingin kembali ke dunia. Al-Quran juga telah mengingatkan hal ini. "Ya laitana nuroddu wala nukazziba bi ayati robbina wanakuna minal mukminin (Kiranya kami dikembalikan ke dunia  dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman (QS Al-An’am 27),’’ ucap Kiai Mustain.

"Mumpung kita belum memasuki lorong, mari kita persiapkan diri kita," pungkas Kiai Mustain. [dutaislam.com/ ed]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini