Selasa, 29 Maret 2016

5000 Santri Ikuti Lomba Kitab Kuning Ihya Ulumuddin

DutaIslam.Com - Semarang

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelorakan revolusi mental Presiden Jokowi melalui kajian kitab klasik atau biasa disebut kitab kuning karya ulama Imam al-Ghazali. Kajian kitab ini kemas dalam sebauh kegiatan lomba membaca kitab kuning (Musabaqoh Kitab Kuning) tingkat nasional. (Baca: Imam Syafii Pun Dimanipulasi)

“Ihya Ulumuddin adalah masterpiece karya Imam Al Ghazali, yang saat ini sedang dibutuhkan bangsa Indonesia. Bagaimana orang mengendalikan nafsu, emosi, mengelola hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Ini sebenarnya sejalan dengan apa yang namanya Revolusi Mentalnya Presiden Jokowi,” kata Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), di kantor DPW PKB Jateng, Rabu (23/3/2016).

Dikatakannya, Musabaqoh Kitab Kuning dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia, di Jawa Tengah ditargetkan akan diikuti 5.000 santri. Di Jawa Tengah akan dibagi menjadi empat zona, zona 1 di PP ALFadlu wal Fadilah, Kendal diselenggarakan 2 April 2016, diikuti para santri dari Kota/Kabupaten Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Grobogan dan Rembang. Zona 2 di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampak Brebes, 9 April 2016, yang akan diikuti santri dari Batang, Pekalongan, Kota/Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang.

Musabaqoh Kitab Ihya Ulumuddin


Sedangkan Zona 3 diselenggarakan di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang 9 April 2016, sedianya diikuti para santri dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Sragen, Karanganyar. Sementara, Zona 4 diselenggarakan di Pondok Pesantrek Al Ikhya Ulumuddin Cilacap 7 April 2016, diikuti santri dari Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purbalingga dan Banjarnegara.

Gus Yusuf menjelaskan, persyaratan peserta, adalah santri yang masih menempuh pendidikan di pondok pesantren dengan usia antara 17-25 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan mulai 20 Maret hingga proses pelaksanaan lomba di DPC PKB Kabupaten/Kota, DPW PKB, dan di pesantren yang dijadikan pusat zona masing-masing daerah.

Gus Yusuf mengungkapkan, untuk teknis perlombaan nantinya peserta wajib membaca Kitab Ihya Ulumuddin di depan dewan juri. Terdapat waktu 15 menit, lima menit pertama membaca kitab, lima menit berikutnya menjelaskan maksudnya, dan lima menit terakhir sesi tanya jawab.


“Untuk dewan juri, kita menggandeng para pengasuh pesantren setempat juga menghadirkan Lembaga Bahsul Masail (LBM) PWNU dan PC NU sekitar zona perlombaan. Sebagai penyemangat, pihaknya menyediakan hadiah total senilai Rp 200 juta untuk pemenang berupa beasiswa pendidikan dan umroh,''ujarnya.

Dikatakannya, PKB lahir dari pesantren dan NU maka sudah seharusnya memacu generasi muda untuk lebih bisa memahami keilmuan dari para ulama salaf. Mengingat pada perkembangan zaman saat ini anak muda sudah enggan memperdalam kitab salaf. 

Dampak dari menurunnya masyarakat untuk membaca kitab-kitab klasik ini, banyak muncul pemahaman ajaran Islam yang dangkal dan muncul faham-faham radikalisme. (Baca: Semakin Banyak Isi Kitab Kuning yang Dipalsukan). Diharapkan kompetisi ini mampu membangkitkan kembali khasanah karya ulama salaf yang lebih elegan.

“Kita berharap ini bisa membangkitkan kembali semangat mempelajari khasanah karya ulama salaf yang jelas sudah rahmatan lil alamin. Maka kita selenggarakan musabaqoh tingkat nasional di pesantren-pesantren,” jelasnya. [sholahuddin/dutaislam.com/ab
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini