Minggu, 10 Januari 2016

KH Hayatun: NU Harus Kontrol Pengajian Liar

Suasana Pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Langon, Tahunan, Jepara
(Foto: dutaislam.com/ ab)
DutaIslam.Com - Maraknya mobilisasi warga NU untuk kepentingan politik sesaat terutama menjelang Pilkada, menjadi perhatian Ketua PCNU Jepara KH. Hayatun Abdullah. 700 ribu warga NU di Jepara harus dikawal agar tidak diarahkan untuk tujuan tidak sevisi dengan NU.

Hal itu dikatakan Hayatun saat menghadiri pelantikan 44 pengurus NU Ranting Desa Langon, Tahunan, Jepara, Sabtu malam (9/01/2016). Kyai Hayatun yang baru 55 hari dilantik sebagai ketua PCNU Jepara periode 2015-2020 tersebut menyebut kebesaran NU yang sering dibuat pasar oleh kepentingan-kepentingan luar.

"NU harus suci dari kepentingan sesaat. NU harus mampu membawa harapan masyarakat yang adil dan makmur dan harus punya kewajiban membela hak-hak rakyat," katanya. Dia berharap agar NU bisa manis dirasakan oleh orang-oranf baik. "Hulwatun biafwahil akhyar/manis dirasakan orang-orang terpilih," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Kyai Hayatun, masuk NU itu bukan untuk mencari jabatan dan kursi. "Udkhuluha bil mahabbah wal ulfah wal ittihad wal ittishol bi arwahin wa ajsadin/ Masuklah NU dengan penuh cinta dan kelembutan dengan semangat persatuan serta menyatu dengan ruh dan jasad," tuturnya.

Jika apa yang disebutkan Hayatun itu jadi praktik bersama, maka NU akan jadi jam'iyyah yang bisa mengubah orang susah jadi senang, pemberi solusi. "NU itu jam'iyyatu adlin wa ishlahin. Jamiyyah mubarokah itu NU," terang Hayatun.

Ia juga menegaskan agar pengurus NU yang baru dilantik bisa membantu masyarakat dalam hal sekecil apapun. Terutama jika ada pengerahan massa seperti pengajian. "Saya punya program agar pengajian tidak liar. Saya instruksikan kepada semua pengurus NU ketika ada warga punya hajat apapun harus ikut cawe-cawe (andil)," katanya.

Menurutnya, instruksi itu diperlukan agar warga NU Jepara yang 700 ribu tidak mudah diarahkan kepentingan orang lain, terutama untuk menjembatani paham-paham radikal yang, oknum-oknumnya cincing celana diatas lutut walau tidak banjir. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini