Mbah Mbirah: Waliyullah Pendakwah di Sumanding yang Ahli Pengobatan
Cari Berita

Advertisement

Mbah Mbirah: Waliyullah Pendakwah di Sumanding yang Ahli Pengobatan

Duta Islam #01
Jumat, 19 Agustus 2022
Download Ngaji Gus Baha

Flashdisk Ebook Islami

biografi wali jepara mbah mbirah sumanding
Suasana saat ziarah ke Makam Mbah Mbirah, Sumanding, Kembang, Jepara, Kamis (18/08/2022). Foto: dutaislam.com.


Dutaislam.com - Di Desa Sumanding, Kec. Kembang, Kab. Jepara, ada beberapa nama waliyullah yang mayoritas tidak dikenal oleh warga sekitar. Jumlahnya ada 14 orang. Hanya saja, yang paling populer dikenal sebagai waliyullah adalah Mbah Mbirah. Siapa beliau? 


Menurut cerita tutur yang berkembang, Mbirah adalah seorang perempuan pendatang dengan nama asli Arab Birrah (بِرَّة) yang artinya baik. Lisan Jawa lebih mudah memanggilnya dengan sebutan Mbirah. 


Bersama suaminya yang asli Sragen, Ahmad Karsito mengajak istri cantiknya tersebut hijrah ke Sumanding untuk kepentingan mulia menyelamatkan banyaknya ibu-ibu dan bayi yang meninggal saat proses melahirkan. Pasalnya, Mbirah memiliki keahlian sebagai tabib (dokter bayi) yang bisa membantu ibu melahirkan sekaligus membuat obat-obatan dimana bahan-bahan nya sangat melimpah tersedia mudah di Sumanding yang merupakan kawasan gunung. Ilmunya sangat bermanfaat bila hidup di desa pegunungan ini. 


Baca: Kiai Mathori Surodadi: Wali Allah yang Dikenal "Tak Berpuasa Ramadhan"


Selain sebagai dukun bayi dan tabib, Mbirah pintar ngaji. Jadi, saat di Sumanding, beliau juga berdakwah mengajarkan Islam di sana kepada penduduk asli Sumanding. Sang suami, Karsito, membantu istrinya untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dan keagamaan istrinya tersebut. Apalagi ia adalah seorang jawara yang disegani. Sehari-hari Mbah Karsito biasa membawa golok dan pethel. Selain sebagai alat pertanian, keduanya adalah perisai yang melindungi jika sewaktu-waktu ada musuh menyerang. 


Hampir semua warga Sumanding adalah keturunan Mbah Mbirah dari dua suami. Jumlah seluruh anaknya ada 24 orang. Berikut nama-namanya: 


  1. Rohman
  2. Logo 
  3. Wiro
  4. Saritem
  5. Lastri
  6. Mangir
  7. Lebur
  8. Sarto
  9. Alim
  10. Retno
  11. Gumilar
  12. Guntur
  13. Somo
  14. Gito
  15. M. Rustam Aji (paling tampan)
  16. Raharsini
  17. Sarinten
  18. Sarman
  19. Ngatinem
  20. M. Kholiq
  21. M. Hamzah
  22. Ahmad Daus
  23. Ahmad Zahid
  24. Ahmad Mukhlas (paling ragil)


Semua nama di atas adalah nama anak Mbah Mbirah dari Mbah Ahmad Karsito, kecuali lima nama terakhir (20-24), yang dilahirkan dari suami lanjutannya setelah Mbah Karsito wafat. Nama populer suami keduanya itu ialah Mbolah alias Sastro Rajiman, yang dikenal berprofesi sebagai dalang wayang. Semua nama anak dari suami keduanya ini diberikan langsung oleh Mbah Mbirah. Makanya agak kearaban, laiknya namanya sendiri, Birrah. 


Tentang siapa nama orangtua Mbah Mbirah, hingga artikel ini ditulis 19 Agustus 2022, belum ditemukan secara pasti. Informasi yang ada, ia bertemu Mbah Ahmad Karsito (suami pertama) di Gunungungkal, Pati, dan hidup di era Kerajaan Islam Demak terakhir pasca geger tragedi Arya Penangsang hingga beralihnya kekuasaan ke Pajang dan Nyai Ratu Kalinyamat bertahta di Jepara. 


Banyak orang bercerita kalau Mbirah sosok berparas cantik mirip artis Indonesia asal Jepang bernama Haruka. Sehari-hari ia berbusana kebaya dominan hijau dan rambut panjangnya selalu digelung konde rapi, lengkap dengan tusukan dari bahan emas. 


Mbah Mbirah berumur panjang. Barangkali, itu karena beliau mengetahui rahasia pengobatan agar awet muda. Hingga kedua suaminya wafat pun, beliau masih mendidik warga Sumanding. Baca: Ditemukannya Makam Mbah Hasan Anwar Tengguli, Bangsri.


Konon, tongkat Mbah Mbirah yang biasa digunakan sebagai penunjuk jalan ke lereng, sungai dan mencari bahan jamu, sempat dijadikan di atas makam suami keduanya, Mbah Mbolah, yang makamnya persis ada di bawah kayu besar kering sekarang. Pohon itulah yang dulunya merupakan tongkat (Jawa: teken) beliau. Demikian menurut cerita tutur warga setempat. 


Karena peran besar Mbah Mbirah, panjangnya usia beliau untuk mengobati, berdakwah, dan banyaknya keturunan yang terus melahirkan generasi baru di Sumanding itulah yang membuat wajar bila nama beliau lebih populer dibanding kedua nama suaminya, Karsito maupun Mbolah. Sejak dulu, mayoritas keturunan Mbah Mbirah memang berjodoh dengan tetangganya, yang masih terhitung keluarga.  


Tidak heran warga Sumanding selalu mengenang jasa besar Mbah Mbirah, yang diperingati haulnya setiap Senin Pahing pada Bulan Syawwal. Wal akhir, selain Mbah Mbirah dan Mbah Karsito, nama waliyullah lain di Sumanding, antara lain: 


  1. Ahmad Wirokromo (Kromobani)
  2. Surodipo, dan 
  3. Kiai Muzahid (asli Purwogondo, Jepara)


Nama waliyullah lain belum terlacak dengan baik. Demikian uraian tentang kisah singkat Mbah Mbirah Sumanding, Kembang, Jepara. Al-Fatihah. [dutaislam.com/ab]



Jasko Rijalul Ansor

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB