RMI NU Cianjur: Pesantren Sudah Terapkan Protokol Kesehatan
Cari Berita

Advertisement

RMI NU Cianjur: Pesantren Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Duta Islam #01
Sabtu, 20 Maret 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin
rmi cianjur menyatakan pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan
RMI NU Cianjur Saat Sosialisasi Bahaya Covid-19, Jumat (19/03/2021). Foto: dutaislam.com.


Dutaislam.com - Munculnya virus Covid-19 sejak setahun yang lalu membuat prihatin Pengurus Cabang Rabithah Maa'hid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Cianjur. Lembaga di bawah naungan NU yang mengurusi pesantren tersebut langsung terjun dengan melakukan sosialisasi ke beberapa pesantren di Cianjur, salah satunya adalah Pesantren Al-Mua'wanah Kampung Lebakwangi Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Jumat (19/03/2021).


Ketua PC RMI NU Cianjur, Ajengan Ade Ismail menjelaskan, kunjungan ini bermaksud untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas santri di pesantren dalam masa pandemi, sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.


"Kita himbau kepada seluruh pesantren di Kabupaten Cianjur agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus melakukan, mengetatkan penerapan prokes 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktifitas meskipun sudah ada vaksin," ujar Ketua RMI Cianjur.


Baca: Ngaji Pintar LBM dan JQH NU Cianjur


Hal yang sama diutarakan oleh KH. Ujang Badri Tamam Ghozali, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muawanah Pagelaran Cianjur, yang memberikan apresiasi atas atensi dan kunjungan RMI NU Cianjur. Pihaknya memaparkan bahwa dalam berbagai aktivitas keseharian, pesantren selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Demikian juga para santri yang tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat supaya imun tetap kuat.


"Kita semua berikhtiar agar terhindar dari Covid-19, berusaha keras menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan pesantren pun tidak menjadi klasternya," terang KH. Ujang Badri Tamam Ghozali.


pada kesempatan yang sama, Ketua RMI NU Cianjur, Ajengan Ade Ismail, juga turut mengingatkan seluruh santri dan tenaga pengajar untuk selalu waspada dan menjaga diri karena pesantren tidak menutup kemungkinan menjadi klaster baru penularan Covid-19. 


"Semua harus terus menjaga kebersihan lingkungan pesantren dan kebersihan diri, agar pesantren tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur, kami dari RMI NU Cianjur tidak henti-hentinya mengajak kepada semuanya untuk terus memperhatikan dan menjaga pesantren," ungkapnya.


Baca: LBM NU Kabupaten Cianjur Rutin Gelar Bahtsul Masa'il


Setelah melakuan pertemuan dan memberikan sosialisasi kepada seluruh santri, pengurus RMI NU Cianjur, didampingi pengasuh dan para ustadz, melakukan peninjauan ke kamar santri dan melihat secara langsung kondisi pesantren Al-Muawanah. 


Dari hasil peninjauan tersebut pengurus RMI NU Cianjur merasa cukup puas karena seluruh fasilitas penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersedia dan pihak pesantren benar-benar melakukan langkah antisipasi yang ketat untuk menjaga kesehatan seluruh warga pondok pesantren. [dutaislam.com/ab]


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB