Gus Baha': Orang Shalih yang Egois
Cari Berita

Advertisement

Gus Baha': Orang Shalih yang Egois

Duta Islam #01
Kamis, 11 Maret 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin
syarat orang menjadi shalih menurut gus baha'
Jangan menjadi orang shaleh yang egois. Foto: dutaislam.com.


Dutaislam.com - Gus Baha' termasuk kiai yang tidak setuju bila dalam beragama harus kaku dengan cara, misalnya, menjadi orang shalih sendirian tanpa melibatkan orang lain. 


Ia mengkritik orang yang menyebut "perempuan sebagai setan" hanya karena ia tidak mau terjerumus dalam kemaksiatan bernama zina dan akhirnya keluar keputusan untuk tidak menikah. 


Baca: Jual MP3 Ngaji Gus Baha' Durasi 27 Hari Full 


Pendapat tersebut dianggap Gus Baha' sebagai pendapat orang shalih yang egois. Padahal, untuk menjadi shalih, kita butuh orang lain. 


"Tidak mungkin kita menjadi (orang) shalih sendirian," terang Gus Baha', seperti dikutip Dutaislam.com dari MP3 Ngaji Tafsir Jalalain Surat An-Nisa' ayat 24-32


Gus Baha' juga menyebutkan, untuk mendapatkan pahala banyak, shalat juga harus butuh orang lain untuk berjama'ah. Untuk menghindari zina pun, Allah Swt. mensyariatkan pernikahan. 


"Perempuan bisa menjadi fitnah, tapi ketika kamu ingin menghilangkan fitnahnya, kamu juga butuh perempuan," terang Gus Baha' dalam Bahasa Jawa. Demikian halnya dalam urusan tahta dan harta. Bila ingin menghilangkan fintah tahta dan harta, kita juga boleh memilikinya. 


"Amar makruf juga harus ada yang diperintah," lanjutnya. Asal Islam, kata Gus Baha', untuk menjadi shalih, kita tidak bisa menggunakan cara-cara individual yang egois. Baca: Makna Sholeh dan Ishlah Menurut Gus Baha'


Gus Baha' mengutip Imam Ghazali sebagai teladan ulama' yang tidak memikirkan diri sendiri. Saat pulang dari uzlah lama, Imam Ghazali berkata begini kepada orang-orang:


اردت ان أُصلح نفسي ثم يصلح به غيري 


Artinya:

"Aku ingin memperbaiki dulu diriku, setelah itu, orang lain akan mengalami perbaikan karena kebaikanku". 


Artinya, Imam Al-Ghazali kembali ke masyarakat dengan misi ishlah (perbaikan). Maka, menjadi shalih hanya dengan amal untuk diri sendiri adalah ironi. [dutaislam.com/ab]


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB