4 Ayat Tentang Khamr yang Diturunkan Bertahap
Cari Berita

Advertisement

4 Ayat Tentang Khamr yang Diturunkan Bertahap

Duta Islam #01
Rabu, 17 Maret 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin

ayat khamr dalam alquran surat annisa dan an-nahl
Surat An-Nisa Ayat 43 tentang Khamr. Foto: dutaislam.com.


Dutaislam.com - Hukum diharamkannya khamr tidak langsung mutlak haram. Ayat-ayat yang menjelaskan tentang khamr bertahap turun kepada Nabi Muhammad Saw.  


Hikmah dibalik pengharaman khamr bertahap adalah bahwa dalam berdakwah, Nabi Saw. menggunakan cara-cara ma'ruf. Bila langsung diharamkan, sementara masyarakat Jahiliyah kala itu masih mentradisikan khamr, ada potensi menjauh. 


Berikut ini adalah ayat-ayat yang membicarakan khamr dalam Al-Qur'an.


1. Surat An-Nahl Ayat 67


وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ


Artinya:

"Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan".

Ayat di atas hanya menjelaskan manfaat kurma dan anggur, dimana keduanya bisa digunakan sebagai sumber rezeki yang baik atau bahkan bisa menjadi bahan minuman yang memabukkan. Ayat di atas tidak membicarakan hukum. Saat ini, masyarakat Jahiliyah masih lumrah minum khamr. 


Baca: Syarat Takwil Al-Quran dan Macam-macam Cara Takwil (PDF)


2. Surat Al-Baqarah Ayat 219


 يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ


Artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir".


Ayat di atas adalah jawaban atas pertanyaan kepada Rasulullah Saw. tentang khamr dan judi. Nabi tidak langsung memberikan kepastian hukum. Ayat di atas sebagai penjelas dari Surat An-Nahl Ayat 67. Lebih spesifik menyatakan, khamr mengandung unsur keburukan dan kebaikan tapi keburukannya lebih banyak daripada mudaratnya. 


3. Surat An-Nisa' Ayat 43


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا


Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun".


Ayat ini lebihs spesifik. Meski tidak ada kalimat haram, para sahabat yang sedang mabuk dilarang menjadi imam shalat. Sebab nuzulnya adalah ketika ada salah satu sahabat yang maju ke muka menjadi imam setelah dia diajak mayoran makanan dan minuman oleh Abdurrahman bin Auf. Turunlah ayat di atas. 


Baca: Al Maidah Ayat 51 Tidak Bisa Dijadikan Alat Berbohong


4. Surat Al-Ma'idah Ayat 90


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".


Ayat 90 Surat Al-Maidah jadi ayat pamungkas haramnya khamr, yang disebut sebagai perbuatan buruk setan. Sejak itulah, khamr dihukumi haram secara mutlak. Walau ada manfaatnya, syariat Islam menyebut mutlak haram. [dutaislam.com/ab]


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB