Asal-Usul Penamaan Waktu Ashar dalam Al-Qur'an
Cari Berita

Advertisement

Asal-Usul Penamaan Waktu Ashar dalam Al-Qur'an

Duta Islam #07
Selasa, 02 Februari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Flashdisk Ebook Islami
waktu ashar
asal-usul makna ashar. Foto: istimewa

Dutaislam.Com -
Kata 'ashr (عصر) berasal dari 'ashara - ya'shiru - 'ashran, di dalam berbagai bentuknya, baik di dalam bentuk kata kerja maupun di dalam bentuk kata benda. Di dalam Al-Qur'an kata itu disebut lima kali, tersebar di dalam empat surah (tiga surah Makiyah dan satu surah Madaniyah), dan 5 ayat.

Dari segi kebahasaan, Ibnu Faris menjelaskan bahwa kata al-'ashr (العصر) mempunyai tiga makna, yaitu: 1) ad-dahr (الدهـر = masa), 2.) al-'usharah (العصرة = perahan) dan 3) al-malja' (أَلملجأَ = tempat berlindung).


Al-Ashfahani menyebutkan bahwa kata 'ashr (عصر) adalah mashdar dari 'ashara (عَصَرَ). Al ma'shur (المعصور) artinya 'sesuatu yang diringkas', sedangkan al-'usharah (العصرة) adalah 'sari dari sesuatu yang diperas'. Makna itu terdapat misalnya di dalam (QS. Yusuf: 36 dan 49).

Kata al-i'tishar berarti ditekan sampai keluar/tampak yang paling di dalam/tersembunyi . Al-'ashr (العصر) dan al-'ishr (العصر) berarti ad-dahr (الدهـر = masa) dan jamaknya al-'ushur (العصور), misalnya di dalam (QS. Al-Ashr: 1).

Dengan demikian, ada tiga makna dari 'ashr (عصر), yaitu perasan, masa, dan waktu sore. Udara yang tekanannya demikian keras dan memporak-porandakan segala sesuatu sehingga tampak/keluar bagian-bagian yang tersembunyi dinamai 'ishar (عصَار) (QS.Al-Baqarah: 266).

Waktu tertentu, yaitu tatkala perjalanan matahari telah melampaui pertengahan dan telah menuju kepada terbenamnya dinamai 'ashr (عصر) atau waktu Ashar. Penamaan ini karena manusia sejak pagi telah memeras tenaganya sehingga diharapkan telah mendapatkan hasil usahanya.

Awan yang mengandung butir-butir air kemudian berhimpun dan karena beratnya ia menjadi hujan. Awan yang demikian itu disebut al-mu'shirat, sebagaimana disebut di dalam (QS. An-Naba': 14).

Tentang kata al-'ashr (العصر) yang terdapat di dalam (QS. Al-Ashr: 1), ulama sepakat mengartikannya sebagai waktu. Urutan penulisan al-Ashr di dalam Al-Qur'an terletak pada urutan ke-103 setelah QS. At-Takatsur (102) dan sebelum QS. Al-Humazah (104). [dutaislam.com/ka]

Sumber:
Ensiklopedia Al-Qur'an, Kajian Kosakata, Jilid: I, hlm: 34-35, ditulis Afraniati Affan 
Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB