Setiap Umat Bertasbih Kepada Allah dengan Bahasa 'Arsy (عرش)
Cari Berita

Advertisement

Setiap Umat Bertasbih Kepada Allah dengan Bahasa 'Arsy (عرش)

Duta Islam #07
Jumat, 29 Januari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin
pengertian arsy allah
Mengenal arsy singgasana allah. Foto: istimewa

Dutaislam.Com -
Arsy (عرش) adalah bentuk mashdar dari kata kerja 'arasya - ya'risyu -'arsyan yang berarti bangunan, singgasana, istana atau tahta. Di dalam Al-Qur'an kata 'arsy dan kata yang seasal dengan itu disebut 33 kali. Kata 'arsy mempunyai banyak makna tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah 'singgasana' atau 'tahta Tuhan'.

Tentang pengertian 'arsy (عرش), para ulama memberikan penjelasan yqng berbeda-beda. Rasyid Ridha misalnya di dalam Tafsir Al-Manar menjelaskan bahwa 'arsy (عرش) adalah pusat pengendalian segala persoalan makhluk Allah swt di alam semesta. Penjelasan Rasyid Ridha itu, antara lain didasarkan pada (QS. Yunus: 3), "kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy (عرش = singgasana) untuk mengatur segala uruan." 

Jalaluddin As-Suyuthi (pengarang tafsir Ad- Durrul - Mantsur fi Tafsir bil - Ma'tsur) menjelaskan, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Wahhab ibnu Munabbih bahwa Allah swt. menciptakan 'arsy (عرش) dan kursi (kedudukan) dari cahaya-Nya. 


'Arsy (عرش) itu melekat pada kursi. Para malaikat berada di tengah-tengah kursi tersebut. 'Arsy (عرش) dikelilingi oleh empat buah sungai, yaitu 1) sungai yang berisi cahaya yang berkilauan; 2) sungai yang bermuatan salju putih berkilauan; 3) sungai yang penuh dengan air; dan 4) sungai yang berisi api yang menyala kemerahan. Para malaikat berdiri di setiap sungai tersebut sambil bertasbih kepada Allah swt. Di 'arsy (عرش) juga terdapat lisan (bahasa) sebanyak bahasa makhluk di alam semesta. Setiap lisan bertasbih kepada Allah swt. berdasarkan bahasa masing-masing.

Berbeda dengan pendapat As-Suyuthi di atas, Abu Asy-Syaikh berpendapat bahwa 'arsy (عرش) itu diciptakan dari permata zamrud hijau sedangkan tiang-tiang penopangnya dibuat dari permata yakut merah. Di 'arsy (عرش) terdapat ribuan lisan (bahasa), sementara di bumi Allah menciptakan ribuan umat. Setiap umat bertasbih kepada Allah dengan bahasa 'arsy (عرش). Pendapat ini berdasarkan hadits Rasulullah saw. yang diterima Abu Asy-Syaikh dari Hammad.

Lebih lanjut tentang asal-usul penciptaan 'arsy (عرش), Abu Asy-Syaikh juga meriwayatkan hadits dari Asy-Sya'bi yang menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, 'arsy (عرش) itu terbuat dari batu permata yakut merah. Kemudian, satu malaikat memandang kepada 'arsy (عرش) dengan segala keagungan yang dimilikinya. Lalu Allah swt. berfirman kepada malaikat tersebut, "Sesungguhnya Aku telah menjadikan Engkau memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000 malaikat. Malaikat itu dianugerahi 70.000 sayap. Kemudian, Allah menyuruh malaikat itu terbang. Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang dikehendaki Allah. Sesudah itu, malaikat tersebut berhenti dan memandang ke arah 'arsy (عرش). 

Akan tetapi, ia merasakan seolah-olah ia tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya terbang semula. Hal ini memperlihatkan betapa besar dan luasnya 'arsy (عرش) Allah itu."

Gambaran fisik 'arsy (عرش) merupakan hal yang gaib, yang tak seorang pun mampu mengetahuinya sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbas di dalam riwayat Ibnu Abi Hatim. Ibnu Abbas berkata, "Tidak akan ada yang mampu mengetahui berapa besar ukuran 'arsy (عرش), kecuali penciptanya semata-mata. Langit yang luas ini jika dibandingkan dengan luas 'arsy (عرش) sama dengan perbandingan di antara luas sebuah kubah dan luas padang sahara."

Di dalam perbincangan ulama kalam (teolog) persoalan 'arsy (عرش) merupakan topik yang kontroversial. Para ulama tersebut memperdebatkan apakah 'arsy (عرش) itu sesuatu yang bersifat immaterial (nonfisik) atau bersifat material (fisik). Dalam hal ini terdapat tiga pendapat. 

Pertama, golongan Mu'tazilah berpendapat bahwa kata 'arsy (عرش) di dalam Al-Qur'an harus ditakwilkan atau dipahami sebagai makna metaforis (majazi). Jika dikatakan Tuhan bersemayam di 'arsy (عرش) maka arti 'arsy (عرش) di sini adalah kemahakuasaan Tuhan. Tuhan merupakan zat yang immaterial, karenanya mustahil Dia berada pada tempat yang bersifat material. 

Kedua golongan Mujassimah atau golongan yang berpaham antropomorfisme. Pendapat golongan ini bertolak belakang dengan pendapat pertama. Menurut mereka, kata 'arsy (عرش) harus dipahami sebagaimana adanya. Karena itu, mereka mengartikan 'arsy (عرش) sebagai sesuatu yang yang bersifat fisik atau material. 

Ketiga pendapat yang menyatakan bahwa 'arsy (عرش) di dalam arti tahta atau singgasana harus diyakini keberadaannya karena Al-Qur'an sendiri mengartikan demikian. Akan tetapi, bagaimana wujud tahta atau singgasana Tuhan itu hanya Tuhan sendiri yang tahu. Akal manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahuinya. Pendapat ini diyakini oleh golongan Asy'ariyah. [dutaislam.com/ka]

Sumber:
Ensiklopedia Al-Qur'an, Kajian Kosakata, Jilid: I, hlm: 31-32, ditulis Musda Mulia 
Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB