Mbah Daeng, Pasukan Sabrang Lor Kerajaan Demak
Cari Berita

Advertisement

Mbah Daeng, Pasukan Sabrang Lor Kerajaan Demak

Duta Islam #01
Selasa, 12 Januari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin
makam mbah daeng krapyak tahunan jepara
Makam Mbah Daeng, Krapyak, Tahunan, Jepara. Foto: dutaislam.com.

Dutaislam.com - Makam Mbah Daeng yang terletak di Desa Krapyak, Tahunan, Jepara, berdiri di atas tanah seluas 7.000 meter persegi dimana makam-makam di sekitarnya memiliki nisan unik, laiknya nisan-nisan makam yang dibangun di zaman kuno. Nisan Makam Mbah Daeng terbuat dari batu karang. 


Saat Tim Pemburu Makam berziarah ke sana pada Senin, 11 Januari 2021, kompleks makam Mbah Daeng Krapyak sudah dilengkapi dengan aula luas untuk kepentingan shalat rombogan ziarah, majelis atau untuk menggelar pertemuan besar. Bangunan makam pun sudah dibangun menyerupai Pendopo Kabupaten Jepara. 


Baca: Ditemukannya Makam Mbah Hasan Anwar Tengguli, Bangsri


Padahal, dulu, sebelum dibangun dan makam Mbah Daeng masih dilingkupi rindang pohon lebat. Warga Krapyak sendiri jarang yang berani ziarah ke sana dengan alasan angker. Hanya keluarga tertentu saja yang berani ziarah ke sana. 


Menurut keterangan di papan silsilah makam, nama asli Mbah Daeng adalah Muhammad bin Syaikh bin Abdurrahman, dari keturunan Alawiyyin marga "Bin Yahya". Mbah Daeng adalah pasukan dari Kerajaan Demak yang gugur bersama puluhan pasukan lainnya saat Pangeran Sabrang Lor (Raja Demak II) melakukan misi penyerangan Portugis ke Malaka.


40 lebih pasukan Mbah Daeng yang gugur saat kapal tengah berlayar ke Malaka itu pun ikut dimakamkan di kompleks pemakaman Mbah Daeng. Mereka ini disebut-sebut sebagai keturunan Rasulullah Saw. dari marga Bin Yahya dan Basyaiban yang sangat berani, tegas dan siap tempur. Konon, yang paling tegas adalah Mbah Tolhah.


Habib Luthfi menyatakan, selain Cirebon dan Semarang, gudang keluarga dzurriyah Basyaiban dan Bin Yahya adalah Jepara. Dan tempatnya di kompleks Daeng tersebut. Baca: Kisah Maulana Mangun Sejati (Bugel, Jepara) Melawan 10 Perampok


silsilah mbah daeng krapyak tahunan jepara
Silsilah Mbah Daeng, Jepara. Foto: dutaislam.com.


Karena itulah, wajar bila makam-makam tua di sana berukuran panjang. Terdapat lebih dari satu waliyullah. Pemerintah Desa Krapyak menyebutnya sebagai kompleks Auliya' Daeng (kompleks makam para wali di Daeng). 


Karena belum teridentifikasi satu-persatu nama pasukan Mbah Daeng, warga umum diminta agar berkoordinasi dengan juru kunci Bapak Kusen dan Abdul Qadir Al-Fasiry bila hendak memakamkan salah satu keluarganya di kompleks makam. Tujuannya, agar area makam baru tidak melintas batas situs cagar budaya yang dijaga oleh pemerintah desa. 


Di Daeng, Habib Hasyim As-Segaf, kakek dari juru kunci Makam Mbah Sabilan, juga dimakamkan di sana. Letaknya di sebelah Timur makam Mbah Daeng. Makamnya tidak ada rumput bertumbuh meski hujan lebat mengguyur. [dutaislam.com/ab


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB