Kisah Maulana Mangun Sejati (Bugel, Jepara) Melawan 10 Perampok
Cari Berita

Advertisement

Kisah Maulana Mangun Sejati (Bugel, Jepara) Melawan 10 Perampok

Duta Islam #01
Minggu, 03 Januari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin

sejarah terbentuknya desa bugel kedung jepara
Makam Mbah Syaikh Maulana Mangun Sejati, Bugel, Kedung, Jepara. Foto: dutaislam.com.


Dutaislam.com - Nama Bugel diambil dari Bahasa Jawa tugel-tugel (patah-patah). Cerita bermula dari kedatangan Syaikh Maulana Mangun Sejati ke desa yang sekarang masuk wilayah administratif Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. 


Syaikh Mangun datang untuk menyebarkan ajaran Islam di Bugel. Saat sampai ke Bugel, ternyata bekal yang dibawa hendak dirampas oleh 10 orang perampok. Mbah Mangun mempertahankan barang itu. Sayangnya, sekumpulan perampok tersebut justru menantangnya. Terjadilah duel 1 lawan 10.


Baca: Pindahnya Makam Mbah Sentono Sekeluarga ke Pecangaan Wetan Jepara 


Saat perampok memukul tubuh Mbah Mangun dengan kayu dan toya, mereka kecewa. Alih-alih tersungkur, kayu dan toya para perampok tiba-tiba hancur berkeping-keping dengan rapi di hadapan Mbah Mangun. Orang Jawa menyebut hal itu dengan bahasa: tugel-tugel. Dinamailah desa itu sebagai mBugel. Setelah bertobat, komplotan perampok menjadi pengikut Mbah Mangun semua. 


Tidak ada yang mengetahui pasti siapa nama asli Syaikh Maulana Mangun Sejati. Sumber terkuat menyebutkan, ia hidup semasa dengan murid setia bernama Mbah Hasan Qisho (istri: Mbah Rasimah), yang memiliki keturunanan bernama:


  1. Abdurrahman (wafat di Makkah),
  2. Usman,
  3. Romlah,
  4. Salamah,
  5. Anak ke-5 (belum diketahui namanya).


Keturunan Mbah Hasan Qisho Bugel mudah dilacak di seluruh Desa Bugel karena banyak yang menjadi pemimpin, tokoh agama dan lainnya. Yang termuda adalah generasi ke-7 atau ke-8. 


Artinya, bila Maulana Mangun Sejati pernah berguru kepada Sunan Muria secara langsung, hal itu sangat jauh bila dihitung dari masa hidup keduanya (Mbah Mangun dan Mbah Hasan Qisho). Pasalnya, generasi cucu Sunan Muria di tahun 2021 ini sudah di urutan ke-16 atau 18, laiknya generasi keturunan para sunan lainnya.


Tidak diketahui, apakah Mbah Mangun Sejati Bugel menikah atau tidak. Sumber terkuat menyatakan, beliau tidak memiliki keturunan di Bugel. Yang memiliki keturunan justru Mbah Hasan Qisho, pendherek (pengikut/murid) terdekat yang juga disepuhkan oleh warga Bugel. 


Baca: Uniknya Makam Mbah Jayeng Kusumo, Tempur, Sumberrejo, Donorojo, Jepara


Selain nama asli Mbah Mangun Sejati yang belum diketahui jelas, asal daerahnya juga masih belum terkonfirmasi secara pasti. Ada yang menyebut, beliau berasal dari Arab. Tapi sumber kuat menyatakan, Mbah Mangun adalah utusan dari Kerajaan Mataram Islam yang memiliki mandat khusus berdakwah, sebagaimana Mbah Senopati (Mindahan, Batealit)


Utusan Mataram yang hidup sezaman dengan Mbah Mangun adalah Raden Bagus Citro Mataram, yang makamnya ada di Desa Wanusobo, Kedung, Jepara.


Untuk mengenang jasa Maulana Mangun Sejati, tiap 27 Muharram warga Bugel menggelar haul dengan gelaran acara khataman Al-Qur'an para huffadz (penghapal Al-Qur'an) se Desa Bugel. Beda dengan haul Mbah Hasan Qisho, yang diperingati terbatas oleh internal keluarga atau dzurriyah


Demikian hasil telusur tim Pemburu Makam yang ziarah ke Maulana Mangun Sejati pada Jumat, 1 Januari 2021. [dutaislam.com/ab]

 


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB