Asal Usul Laba-laba yang Memiliki Sifat Bodoh dan Lemah
Cari Berita

Advertisement

Asal Usul Laba-laba yang Memiliki Sifat Bodoh dan Lemah

Duta Islam #07
Kamis, 07 Januari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Buku Terjemah Fathur Rabbani Lengkap

 

laba-laba yang bodoh dan malas
Laba-laba yang bodoh. Foto: istimewa

Dutaislam.Com -
Al-'ankabu (الْعَنْكَب ) atau 'ankabatun (ْعَنْكَبُة) yang lebih dikenal dengan al-'ankabut  (الْعَنْكَبُوت) adalah bentuk mufrad dari kata 'anakib (عَنا كَب). 'Anakib, atau 'ankabutat (عَنْكَبُوتات), kata ini adalah nama salah satu jenis serangga besar berkaki delapan berwarna abu-abu kehitam-hitaman yang di dalam bahasa Indonesia disebut laba-laba. Binatang ini membuat jaring untuk sarangnya dari benang sutra (air ludahnya) yang dihasilkan dari perutnya dan berfungsi sebagai perangkap mangsa. Apa asal kata al-'ankabut, apa padanannya, dan bagaimana penggunaannya tidak ditemukan di dalam kamus-kamus Arab. Mungkin kata tersebut khusus untuk nama binatang itu saja.


Baca: Bersikap Keras Kepala Akan Seperti Abu Jahal


Kata Al-'Ankabut merupakan nama salah satu surat di dalam Al-Qur'an, yaitu (QS. Al-Ankabut), yang terdiri dari 69 ayat. Meskipun al-'ankabut merupakan nama surat, al-'ankabut itu sendiri hanya ditemukan dua kali di dalam Al- Qur'an, yaitu pada (QS. Al-Ankabut: 41), yang berbunyi:


مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


Artinya:

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.


Ada yang mengatakan bahwa (QS. Al-Ankabut) adalah surat Makkiyah dan ada juga yang mengatakan surat Madaniyah. Namun, bila dirujuk kepada sebab turunnya maka dapat dikatakan bahwa surat ini adalah surat Makkiyah. Surat ini diturunkan di Mekah sebelum Nabi hijrah ke Madinah di dalam rangka memperingatkan orang-orang yang beriman kepada Nabi kemudian kembali kepada agama mereka karena takut akan ancaman orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik tersebut menjamin akan memikul semua kesalahan atau dosa-dosa yang mereka lakukan jika mereka mau kembali kepada agama mereka. Lalu Allah memberikan perumpamaan dengan orang-orang terdahulu yang telah dicelakakan-Nya yang menjadikan penolongnya selain Allah. Orang-orang itu diumpamakan seperti laba-laba.


Allah menjadikan laba-laba sebagai contoh di dalam suratnya, bukanlah karena laba-laba binatang yang istimewa seperti semut atau lebah, melainkan karena laba-laba itu merupakan binatang yang lemah dan bodoh. Allah memberikan perumpamaan pada orang-orang musyrik tentang kebodohan mereka yang menjadikan berhala dan patung sebagai sesembahan dan penolong bagi mereka. Padahal, berhala dan patung itu sama sekali tidak dapat menolong mereka. Demikian pula laba-laba, ia membuat sarang (rumah) dari benang halus untuk melindungi dirinya dari panas dan dingin serta untuk menolak penderitaan bagi dirinya. Akan tetapi, rumah itu juga tidak dapat melindunginya dari kesengsaraan ketika ia membutuhkannya. Maka Allah menyamakan kekurangan dan kelemahan orang-orang musyrik dengan laba-laba di dalam mencari pelindung untuk dirinya. Orang-orang musyrik dan laba-laba sama-sama bodoh di dalam membuat pengaman dan pelindung untuk dirinya karena pelindung yang mereka harapkan dapat melindungi mereka ternyata tidak dapat melindungi mereka.[dutaislam.com/ka]

 

Sumber:

Ensiklopedia Al-Qur'an, Kajian Kosakata, Jilid: I, hlm: 23-24, ditulis oleh Munawaratul Ardi 


Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB