3 Pendapat Ulama Tentang Makna Arafah (عرفَة) Perspektif Al-Qur'an
Cari Berita

Advertisement

3 Pendapat Ulama Tentang Makna Arafah (عرفَة) Perspektif Al-Qur'an

Duta Islam #07
Jumat, 29 Januari 2021
Download Ngaji Gus Baha

Flashdisk Ebook Islami
wuquf arafah 9 dzulhijjah
Wuquf arafah maknanya. Foto: istimewa

Dutaislam.Com -
Yang dimaksud dari penyebutan kata 'arafat (عرفَات) dalam Al-Qur'an adalah nama tempat berupa padang pasir di dekat kota Mekah, yaitu sekitar 25 km dari Mekah. Kata 'arafat (عرفَات) yang merupakan bentuk jamak dari kata 'arafah (عرفَة) berasal dari fi'l madhi (kata kerja lampau) 'arrafa (عرف) yang berarti "memperkenalkan". Akar katanya adalah 'arafa yang artinya "mengenal" atau "mengetahui", dan dari sini terbentuk banyak kata lainnya, seperti kata 'arif  (عارف = orang yang bijaksana), ma'ruf (معروف = kebajikan), ma'rifah (معرفَة = pengetahuan yang mendalam tentang Tuhan), ta'aruf (تعارف = saling mengenal), dan kata 'urf (عرف = adat kebiasaan).

Kata 'arafah (عرفَة) dan kata bentukannya di dalam Al-Qur'an ditemukan sebanyak 7l kali, sedangkan kata 'arafat (عرفَات) sendiri hanya ditemukan satu kali, yaitu di dalam (QS. al- Baqarah: 198).


Secara kebahasaan 'arafah (عرفَة) berarti "mengenal". Ada tiga versi pendapat mengapa tempat wuquf orang yang melakukan ibadah haji dinamai Arafah. Pertama, karena tempat itu merupakan tempat pertemuan kembali di antara Adam dan Hawa setelah terpisah sekian lama sejak keduanya terusir dari surga. Di tempat ini mereka kembali saling mengenal. Kedua karena di tempat ini manusia diharapkan lebih banyak mengenal Tuhannya melalui zikir, doa, dan berbagai ibadah. Ketiga karena di tempat ini manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul di dalam rangka ibadah haji dan di sana mereka saling mengenal satu sama lain.

Secara geografis, Arafah berada di atas ketinggian 750 kaki dari permukaan laut, terdiri dari padang pasir yang gersang dan tandus. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ini pemerintah Arab Saudi telah mencoba menghijaukannya melalui penanaman pohon-pohon pelindung untuk mengurangi panas udara yang menyengat dan untuk memberi kenyamanan kepada jemaah haji. Di sana terdapat bukit-bukit kecil, di antaranya bukit yang bernama Jabal Rahmah yang konon merupakan tempat bertemunya Adam dan Hawa sejak keduanya terusir dari surga.

Wukuf di Arafah artinya berdiam sejenak di Arafah selama waktu yang ditentukan. Semua imam mazhab sepakat bahwa waktu wukuf dimulai pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah setiap tahun dan berakhir pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari ke-10 Dzulhijjah. Para ulama sepakat mengenai harinya, tetapi mereka berbeda pendapat tentang waktunya. 

Imam Hanafi dan Syafi'i menjelaskan bahwa waktu wukuf dimulai ketika matahari tergelincir pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai pagi hari raya tanggal 10 Dzulhijjah. Adapun menurut Imam Malik, waktunya dimulai dari tenggelamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar pada keesokan harinya. Imam Hanbali berpendapat bahwa mulainya sejak fajar tanggal 9 Dzulhijjah sampai fajar keesokan harinya yaitu tanggal 10 Dzulhijjah. [dutaislam.com/ka]

Sumber:
Ensiklopedia Al-Qur'an, Kajian Kosakata, Jilid: I, hlm: 30-31, ditulis Ahmad Thib Raya & Ramli 

Jual Kitab Kuning Pethuk

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB