Tradisi Puasa 9 Hari di Awal Dzulhijjah dan Rumus Khatam Al-Qur'an Sepekan
Cari Berita

Advertisement

Tradisi Puasa 9 Hari di Awal Dzulhijjah dan Rumus Khatam Al-Qur'an Sepekan

Duta Islam #01
Sabtu, 11 Januari 2020
Jual Kaos Gus Baha

tradisi puasa 9 hari di awal bulan dzulhijjah dan cara khatam baca alquran dalam seminggu
Puasa 9 hari awal Bulan Dzulhijjah. Foto: istimewa.

Oleh Muhammad Al-Faiz

Dutaislam.com - Memasuki bulan Dzulhijjah, saya terkenang tradisi di pesantren dulu, Darus-Sunnah, Ciputat. Setidaknya ada dua hal yang sangat dianjurkan oleh Pak Yai (Prof. Dr. Ali Mustafa Ya’qub, MA, edt) untuk dilaksanakan oleh kami, para santrinya. Tradisi ini beliau warisi dari gurunya, Kiai Idris Kamali semasa di Pesantren Tebuireng, Jombang. Apa saja?

Pertama, puasa 9 hari awal Dzulhijjah. Puasa ini menurut Imam Nawawi, sangat disunnahkan (mustahabbah istihbaban syadidan), selain konon berkeutamaan besar. Baca: Ini Dalil Puasa Sunnah Tarwiyah.

"Bulan-bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan adalah bulan-bulan yang dimuliakan (Asyhurul Hurum). Terutama Muharram, kemudian Rajab, Dzul Hijjah, Dzul Qa'dah dan Sya’ban. Berpuasa sembilan hari awal bulan Dzulhijjah lebih utama daripada berpuasa sepuluh hari pada bulan Muharram, dimana berpuasa pada keduanya memang disunnahkan," demikian keterangan dalam Kitab Fathul Mu'in.

Waktu itu, bagi kami para mahasantri, tradisi ini sangat kami gemari. Karena, selain ibadah, setidaknya selama sembilan hari bisa lebih mengirit isi dompet. Apalagi Pak Kiai menyediakan makanan untuk buka dan sahur gratis.

Kedua, tradisi Famy Bi Syauqin. Hehe. Ini juga menjadi "syarat" untuk kami bisa dapat jatah buka-sahur. Tahu apa itu? Secara bahasa, Famy berarti "mulutku", Bi-syauqin berarti "merindu". Mulutku merindu. Ya, istilah ini bisa jadi sugesti agar mulut kami benar-benar selalu merindukan mengaji Al-Qur’an.

Menurut pengertiannya, amy Bi-Syauqin merupakan semacam pembagian surah-surah Al-Qur’an untuk dibaca pada setiap harinya sampai khatam dalam satu pekan.

Tartib ini konon dibuat oleh Sayyidina Ali (karramallahu wajhah) sebagai bentuk pengalaman perintah Nabi Saw. untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam 7 hari.

Hari pertama dimulai dari surah al-(Fa)tihah, hari kedua: al-(M)aidah, hari ketiga: (Y)unus, hari keempat: (B)ani (I)srail, hari kelima: al-(Sy)u’ara’, hari keenam: (W)ash-shaffat, hari ketujuh: (Q)af. Khatamlah. Bila disingkat jadinya FaMY BI SyWQin. [dutaislam.com/ab]

Muhammad Al-Faiz, alumnus Darus-Sunnah

Jual Kitab Kuning Pethuk
close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB