Abu Hurairah Dulu Seorang Pengemis di Zaman Nabi
Cari Berita

Advertisement

Abu Hurairah Dulu Seorang Pengemis di Zaman Nabi

Duta Islam #01
Jumat, 17 Januari 2020

abu hurairah di zaman nabi adalah seorang pengemis
Ilustrasi biografi Abu Hurairah. Foto: NU Online.

Dutaislam.com - Nama aslinya Abu Hurairah adalah Abdurahman bin Shakhr عبدالحمن بن صخر الدوسي dari suku badui bani Daus, jauh dari Madinah. Tiga tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. wafat, sukunya mengalami kekacauan sehingga keluarganya berpencar terpisah-pisah.

Kemudian dia masuk Madinah tahun 629 M sebagai pengemis, hidup terlunta-lunta, menjadi gelandangan di pasar Ukaz, Madinah. Dia juga mengemis pada Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat Nabi. Sayyidina Umar bin Khatab tampak risih padanya dengan tidak memberinya makan, meskipun di ikuti sampai rumahnya.

Nabi Muhammad Saw. pernah menggabungkannya dengan pasukan perang yang dikirim ke daerah Bahrain. Dia kembali lagi ke Madinah karena pasukan perang tersebut menang. Sampai dengan wafatnya Nabi Muhammad Saw. dan zamannya khulafaur rasyidin, Abu Hurairah tidak dikenali sebagai rujukan hadits Nabi.

Baru di zaman khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan-lah dia dinobatkan sebagai rawi dan rujukan hadits. Di zaman khalifah Marwan bin Hakam ia diangkat menjadi gubernur Madinah dan Bahrain, seketika ia menjadi kaya-raya.

Kelak jumlah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah mencapai kurang lebih 5374 ribu hadits. Ia menjadi periwayat hadits yang paling banyak di dunia Islam melebihi para sahabat Nabi lainnya.

Padahal, Abu Hurairah bertemu Nabi Muhammad Saw. pada masa tiga tahun sebelum Nabi wafat, tapi mampu meriwayatkan lebih dari 5000an hadits, di mana sahabat lainnya yang lebih dulu bersama Nabi Saw. paling banyak tidak lebih dari 2600an hadits.[dutaislam.com/ab]

Keterangan:
Sumber artikel di atas ada dalam Kitab Tarikh Ibnu Katsir (Juz 8 hlm: 109-121).

IKLANJUAL KITAB KUNING MAKNA PESANTREN
close
Banner iklan disini