Sejarah Perang Saudara Berebut Kuasa di "Zaman Khilafah" Muawiyah
Cari Berita

Advertisement

Sejarah Perang Saudara Berebut Kuasa di "Zaman Khilafah" Muawiyah

Duta Islam #01
Senin, 30 Desember 2019

perang saudara di zaman awal islam dan salafus shalih
Status pertanyaan Pak Kwik Kian Gie (mungkin akun aslinya).

Dutaislam.com - Seseorang yang mungkin akun aslinya pak Kwik Kian Gie menanyakan apakah ada kekacauan pada jaman khilafah? Entah ia bertanya atau menyindir, tapi, jawaban atas pertanyaan tersebut bisa dilacak dalam sejarah peradaban Islam. Silakan simak. 

Bukan hanya kekacauan, zaman salafusshaleh memperebutkan khilafah ada peristiwa pemenggalan kepala para sahabat Nabi Saw. yang mulia, antara lain:

1. Sahabat Nabi yang pertama dipenggal adalah Ammar bin Yasir dalam perang Shiffin lalu dibawa ke hadapan Muawiyah. Kemudian dua orang saling berebut, masing-masing mengaku bahwa dialah yang memenggal Ammar bin Yasir. Hal ini direkam dalam Kitab Musnad Ahmad (Hadist no. 6929 dan Thabaqat Ibnu Sa'ad III/253).

2. Amr bin Hamik juga turut dipenggal karena dituduh membunuh Utsman. Amr bin Hamik sempat bersembunyi di sebuah goa dan akhirnya ia dibunuh di situ. Tentara Muawiyah memisahkan kepala dan badan lalu kepalanya dibawa ke hadapan Muawiyah di Kota Dimasqi, lalu kepala Amr bin Hamik diarak sekeliling kota. Tercatat dalam Thabaqat Ibnu Saad VI/25, Al-Isti'ab II/140, Al-Bidayah VIII/48 serta Tahzib at Tadhzhib VIII/24.

3. Muhammad bin Abu Bakar juga dipenggal ketika menjadi wali negeri Mesir. Tatkala Muawiyah menguasai negeri Mesir, Muhammad bin Abu Bakar dibunuh dengan cara dipenggal lalu jasadnya diletakkan di perut bangkai seekor himar, lalu dibakar. Sejarah ini diriwayatkan dalam Al-Isti'ab I/235, At-Thabari IV/79 dan Ibnul Atsir III/180.

4. Nu'man bin Bisyr -karena membela Abdullah bin Zubair- kepalanya juga dipenggal lalu dilemparkan ke pangkuan istrinya. Terekam dalam Kitab Thabaqat Ibnu Saad IV/349-356 dan Al-Bidayah VIII/189-192.

5. Mus'ab bin Zubair dieksekusi pula. Kepalanya dipenggal lalu dibawa berkeliling di kota Kufah dan Kota Mesir. Setelah itu, dibawa dan digantung di Kota Damsyik. (Sumber: Ibnul Atsir IV/14 dan Ibnu Khaldun III/35)

6. Pembunuhan Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Shafwan, Umarah bin Hazm juga dengan memenggal kepala untuk kemudian dikirim ke Mekkah ke Madinah lalu ke Damsyik dan dipertontonkan di setiap tempat sebelum kemudian dikembalikan lagi ke Mekkah dan digantung sampai membusuk. Sejarah ini diriwayatkan dalam Al-Isti'ab I/353-354, At-Thabari V/33-34 dan Al-Bidayah VIII/332.

Alhamdulillah di zaman sekarang sekitar 3-5 tahun yang lalu di Suriah dan Iraq, IS1S ataupun Al Qaida mencontoh khilafah zaman Salafussoleh dengan saling penggal kepala orang. Bahkan sekelas Ibnu Zubair dan Putra Sayyidina Muhammad Abu Bakar Shiddiq saja diperlakukan sedemikian rupa. Sesama Islam saja saling penggal. Apalagi hanya kamu pak Kwik. [dutaislam.com/ab]

IKLANJUAL KITAB KUNING MAKNA PESANTREN
close
Banner iklan disini